Jurnalis : Aisha Khalisa
Sate merupakan salah satu kuliner khas Indonesia yang telah menjadi identitas bangsa. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki sate dengan ciri khas masing-masing, baik dari segi bahan, bumbu, hingga cara penyajiannya. Keunikan sate Nusantara terletak pada penggunaan rempah-rempah lokal yang kaya rasa dan aroma.
Secara sejarah, sate dipercaya mendapat pengaruh dari budaya Timur Tengah dan India yang kemudian berakulturasi dengan budaya lokal Indonesia. Seiring waktu, sate berkembang menjadi ratusan varian yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Dari sate berbumbu kacang, kecap, hingga kuah kental berbasis santan dan rempah, semuanya mencerminkan kekayaan kuliner daerah.
Berikut ini adalah 20 resep sate khas daerah di Indonesia yang disusun secara detail, dimulai dari yang paling populer.
1. Sate Madura (Jawa Timur)
Sejarah Singkat
Sate Madura berasal dari Pulau Madura dan dikenal luas karena bumbu kacangnya yang kental dan manis gurih. Sate ini menjadi ikon pedagang kaki lima hingga restoran besar.
Bahan:
-
500 gram daging ayam / kambing
-
Tusuk sate secukupnya
Bumbu Marinasi:
-
3 siung bawang putih
-
1 sdt ketumbar
-
Garam secukupnya
-
Kecap manis
Bumbu Kacang:
-
200 gram kacang tanah goreng
-
3 siung bawang putih
-
5 buah cabai merah
-
Gula merah
-
Garam
-
Kecap manis
Cara Membuat:
-
Haluskan bumbu marinasi, lumuri daging, diamkan 30 menit.
-
Tusuk daging ke tusuk sate.
-
Bakar sambil dioles kecap hingga matang.
-
Sajikan dengan bumbu kacang dan lontong.
2. Sate Padang (Sumatera Barat)
Sejarah
Sate Padang berasal dari Minangkabau dan terkenal dengan kuah kental berwarna kuning atau merah yang kaya rempah.
Bahan:
-
500 gram daging sapi (lidah/jeroan)
-
Tusuk sate
Bumbu Kuah:
-
Tepung beras
-
Bawang merah
-
Bawang putih
-
Kunyit
-
Jahe
-
Lengkuas
-
Cabai
Cara Membuat:
-
Rebus daging hingga empuk, potong dadu.
-
Tusuk daging, bakar sebentar.
-
Masak kuah dari kaldu dan bumbu.
-
Siram sate dengan kuah sebelum disajikan.
3. Sate Lilit (Bali)
Sejarah
Sate lilit adalah sate khas Bali yang dibuat dari daging cincang dan dililitkan pada batang serai.
Bahan:
-
500 gram daging ayam/ikan cincang
-
Kelapa parut
-
Batang serai
Bumbu:
-
Bawang merah
-
Bawang putih
-
Ketumbar
-
Kunyit
-
Lengkuas
Cara Membuat:
-
Campur daging dengan bumbu dan kelapa.
-
Lilitkan pada batang serai.
-
Bakar hingga matang.
4. Sate Maranggi (Purwakarta)
Ciri Khas
Tidak menggunakan bumbu kacang, tetapi direndam kecap dan rempah.
Bahan:
-
500 gram daging sapi
-
Kecap manis
-
Bawang putih
-
Ketumbar
Cara Membuat:
-
Rendam daging dalam bumbu kecap.
-
Tusuk dan bakar hingga harum.
-
Sajikan dengan sambal tomat.
5. Sate Klathak (Yogyakarta)
Keunikan
Menggunakan tusuk jeruji besi dan daging kambing polos.
Bahan:
-
500 gram daging kambing
-
Garam
-
Merica
Cara Membuat:
-
Tusuk daging dengan jeruji.
-
Taburi garam dan merica.
-
Bakar hingga matang, sajikan dengan kuah gulai.
6. Sate Taichan (Jakarta)
Bahan:
-
Daging ayam
-
Jeruk nipis
-
Garam
Sambal:
-
Cabai rawit
-
Bawang putih
-
Minyak panas
Cara Membuat:
-
Bakar ayam tanpa bumbu.
-
Sajikan dengan sambal pedas dan perasan jeruk nipis.
7. Sate Ambal (Kebumen)
Ciri Khas
Bumbu terbuat dari tempe.
Bahan:
-
Ayam kampung
-
Tempe goreng
-
Cabai
-
Bawang
Cara Membuat:
-
Haluskan tempe dan bumbu.
-
Bakar ayam, sajikan dengan saus tempe.
8. Sate Bandeng (Banten)
Bahan:
-
Ikan bandeng
-
Kelapa parut
-
Santan
Cara Membuat:
-
Pisahkan daging dari duri.
-
Haluskan, campur bumbu.
-
Masukkan kembali ke kulit dan bakar.
9. Sate Bulayak (Lombok)
Bahan:
-
Daging sapi
-
Santan
-
Rempah Lombok
Cara Membuat:
-
Bakar sate.
-
Sajikan dengan saus santan dan bulayak.
10. Sate Payau (Kalimantan Timur)
Bahan:
-
Daging rusa
-
Bawang putih
-
Ketumbar
Cara Membuat:
-
Marinasi daging.
-
Bakar hingga empuk.
11. Sate Buntel (Solo)
Bahan:
-
Daging kambing cincang
-
Lemak kambing
Cara Membuat:
-
Bungkus daging dengan lemak.
-
Bakar hingga juicy.
12. Sate Kerang (Surabaya)
Bahan:
-
Kerang
-
Cabai
-
Kecap
Cara Membuat:
-
Rebus kerang dengan bumbu.
-
Tusuk dan sajikan.
13. Sate Tegal (Jawa Tengah)
Asal-usul dan Ciri Khas
Sate Tegal berasal dari Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, dan dikenal sebagai sate kambing muda dengan tekstur empuk. Berbeda dari sate kambing pada umumnya, Sate Tegal tidak menggunakan bumbu kacang, melainkan disajikan sederhana dengan kecap, irisan bawang merah, dan cabai rawit.
Ciri khas lainnya adalah proses pembakaran yang cepat menggunakan arang besar sehingga daging matang merata tanpa menjadi alot.
Bahan Utama:
-
500 gram daging kambing muda
-
Tusuk sate secukupnya
Bumbu Marinasi:
-
4 siung bawang putih, haluskan
-
1 sdt ketumbar bubuk
-
½ sdt merica
-
Garam secukupnya
Pelengkap:
-
Kecap manis
-
Irisan bawang merah
-
Cabai rawit
Cara Membuat:
-
Potong daging kambing ukuran sedang agar tidak mudah keras.
-
Lumuri dengan bumbu marinasi, diamkan minimal 30 menit.
-
Tusuk daging ke tusuk sate.
-
Bakar di atas bara api sambil dibolak-balik hingga matang.
-
Sajikan dengan kecap, bawang merah, dan cabai rawit.
14. Sate Pusut (Bali)
Asal-usul dan Keunikan
Sate Pusut merupakan varian sate khas Bali yang mirip dengan sate lilit, namun memiliki rasa lebih gurih karena penggunaan kelapa parut dan santan. Kata “pusut” berarti “diperas” atau “dipadatkan”, sesuai cara pembuatannya.
Sate ini sering disajikan dalam upacara adat dan hari raya keagamaan Hindu Bali.
Bahan Utama:
-
500 gram daging ayam cincang
-
100 gram kelapa parut kasar
-
Batang serai untuk tusuk
Bumbu Halus:
-
6 siung bawang merah
-
4 siung bawang putih
-
2 cm kunyit
-
2 cm lengkuas
-
1 sdt ketumbar
-
Garam dan gula secukupnya
Cara Membuat:
-
Campur daging ayam dengan kelapa parut dan bumbu halus.
-
Aduk hingga adonan benar-benar menyatu.
-
Ambil adonan, lilitkan pada batang serai.
-
Bakar hingga permukaan kecokelatan dan harum.
-
Sajikan dengan sambal matah.
15. Sate Kuah Banyumas (Jawa Tengah)
Sejarah Singkat
Sate Kuah Banyumas merupakan sate unik yang disajikan dengan kuah bening berbumbu rempah ringan. Kuliner ini berkembang di wilayah Banyumas sebagai hidangan rakyat yang mengutamakan kesederhanaan rasa.
Bahan Utama:
-
500 gram daging sapi
-
Tusuk sate
Bumbu Rebusan:
-
5 siung bawang putih
-
3 siung bawang merah
-
Daun salam
-
Serai
-
Garam dan merica
Cara Membuat:
-
Rebus daging dengan bumbu hingga empuk.
-
Potong daging dan tusuk ke tusuk sate.
-
Bakar sate hingga permukaannya kering.
-
Sajikan sate dengan siraman kuah rebusan.
16. Sate Serepeh (Rembang, Jawa Tengah)
Ciri Khas
Sate Serepeh disajikan dengan kuah santan encer berwarna kuning pucat. Rasanya gurih ringan dan tidak terlalu pedas.
Bahan Utama:
-
500 gram daging ayam
-
Tusuk sate
Bumbu Kuah:
-
Santan encer
-
Bawang merah
-
Bawang putih
-
Kunyit
-
Ketumbar
-
Daun jeruk
Cara Membuat:
-
Marinasi daging ayam dengan bumbu halus.
-
Tusuk dan bakar hingga setengah matang.
-
Masak kuah santan bersama bumbu.
-
Masukkan sate ke dalam kuah sebentar.
-
Sajikan hangat dengan nasi putih.
17. Sate Tuna (Maluku)
Asal-usul
Sate Tuna berasal dari wilayah Maluku yang kaya hasil laut. Ikan tuna dipilih karena teksturnya padat dan tidak mudah hancur saat dibakar.
Bahan Utama:
-
500 gram ikan tuna segar
-
Tusuk sate
Bumbu Marinasi:
-
Bawang putih
-
Ketumbar
-
Jeruk nipis
-
Garam
Cara Membuat:
-
Potong ikan tuna berbentuk dadu.
-
Lumuri dengan bumbu dan perasan jeruk nipis.
-
Tusuk ikan dan bakar hingga matang.
-
Sajikan dengan sambal dabu-dabu.
18. Sate Kambing Betawi (Jakarta)
Keunikan
Sate kambing Betawi dikenal dengan bumbu kecap yang kaya rempah dan aroma khas dari bawang serta tomat segar.
Bahan Utama:
-
500 gram daging kambing
-
Tusuk sate
Pelengkap:
-
Kecap manis
-
Tomat
-
Bawang merah
-
Cabai rawit
Cara Membuat:
-
Marinasi daging kambing dengan bawang putih dan ketumbar.
-
Tusuk dan bakar hingga matang.
-
Sajikan dengan kecap, tomat, dan bawang merah.
19. Sate Ulath (Papua)
Asal-usul Unik
Sate Ulath adalah kuliner ekstrem khas Papua yang menggunakan ulat sagu sebagai bahan utama. Ulat sagu dipercaya tinggi protein dan lemak alami.
Bahan Utama:
-
Ulat sagu segar
-
Tusuk sate
Cara Membuat:
-
Bersihkan ulat sagu.
-
Tusuk ulat pada tusuk sate.
-
Bakar hingga kulit luar kering.
-
Sajikan tanpa bumbu atau dengan sambal pedas.
20. Sate Latak (Sulawesi Selatan)
Sejarah dan Ciri Khas
Sate Latak berasal dari Sulawesi Selatan dan berbahan dasar jeroan sapi. Biasanya dijual di pasar tradisional dan acara adat.
Bahan Utama:
-
Jeroan sapi (usus, paru, hati)
-
Tusuk sate
Bumbu:
-
Bawang putih
-
Ketumbar
-
Garam
Cara Membuat:
-
Rebus jeroan hingga empuk.
-
Potong kecil dan tusuk.
-
Bakar hingga aromanya keluar.
-
Sajikan dengan sambal khas Sulawesi.
Penutup
Keanekaragaman sate di Indonesia menunjukkan betapa kayanya budaya kuliner Nusantara. Setiap jenis sate memiliki cerita, teknik memasak, dan cita rasa yang unik. Dari Sate Madura yang legendaris hingga sate ekstrem khas Papua, semuanya layak dicoba dan dilestarikan.


Komentar