Jurnalis : Aisha Khalisa
Radar Waktu, Aceh – Pemerintah terus mengintensifkan penyaluran bantuan kemanusiaan guna mempercepat pemulihan pascabencana banjir di wilayah Sumatera. Melalui sinergi Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas), sebanyak 220 ton bantuan logistik tahap ketiga tiba di Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh, Rabu (24/12) malam.
Logistik yang diangkut menggunakan KRI Makassar tersebut merapat sekira pukul 19.30 WIB. Bantuan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian intervensi pemerintah, setelah sebelumnya bantuan serupa sebanyak 100 ton telah didistribusikan di wilayah Padang, Sumatera Barat.
Inspektur Jenderal Kementan, Letjen TNI (Purn) Irham Waroihan, menjelaskan bahwa muatan tahap ketiga ini dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di Aceh dan Medan, Sumatera Utara. “Langkah ini merupakan komitmen pemerintah dalam memastikan ketersediaan kebutuhan pokok bagi warga terdampak bencana,” ujar Irham saat meninjau proses bongkar muat bantuan.
Kumulasi Bantuan Capai Rp45 Miliar Secara keseluruhan, total nilai bantuan yang dikucurkan Kementan dan Bapanas sejak tahap pertama hingga ketiga telah menyentuh angka Rp44 miliar hingga Rp45 miliar. Paket bantuan tidak hanya mencakup bahan pangan pokok dan sembako, tetapi juga pakaian baru untuk mendukung kelayakan hidup warga di pengungsian.
Terkait mekanisme distribusi, Kementan mengedepankan prinsip efektivitas dengan menyerahkan teknis penyaluran sepenuhnya kepada pemerintah provinsi. Irham menegaskan bahwa otoritas daerah memiliki pemetaan yang lebih akurat mengenai kondisi riil di lapangan.
“Kami menyerahkan sistem penyaluran kepada pihak provinsi agar bantuan dapat terdistribusi secara proporsional sesuai kebutuhan mendesak di setiap titik,” imbuhnya.
Amanah Tepat Sasaran Dalam kesempatan tersebut, Irham juga menyampaikan pesan khusus dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Mentan menekankan pentingnya aspek akuntabilitas dan ketepatan sasaran dalam setiap bantuan yang diberikan oleh negara.
“Beliau berharap bantuan ini benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Ini adalah amanah kolektif untuk memastikan rakyat Aceh mendapatkan dukungan maksimal di masa sulit ini,” kata Irham.
Pemerintah saat ini terus melakukan evaluasi berkala terhadap kebutuhan logistik di lapangan. Seiring dengan mulai pulihnya akses jalan nasional, pemerintah tengah mengkaji skenario distribusi tahap berikutnya melalui jalur darat guna menjamin kecepatan dan efisiensi pengiriman bantuan di masa mendatang.


Komentar