Editor : Adzkiya Naila
Radar Waktu, Mojokerto – Inovasi merupakan salah satu kunci utama dalam pengembangan potensi lokal, khususnya di wilayah pedesaan. Namun demikian, inovasi tidak selalu identik dengan teknologi tinggi atau modal besar. Dalam banyak kasus, inovasi justru lahir dari pemanfaatan sumber daya lokal secara kreatif dan berkelanjutan. Salah satu contoh nyata inovasi sederhana yang berdampak positif bagi masyarakat adalah usaha Keripik Selada Ibu Rona di Desa Selotapak, yang berkembang seiring dengan pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945.
Desa Selotapak memiliki potensi pertanian yang cukup melimpah, salah satunya adalah tanaman selada. Selama ini, selada hanya dimanfaatkan sebagai bahan lalapan atau dijual dalam bentuk segar dengan nilai jual yang relatif rendah. Selain itu, selada termasuk komoditas yang mudah rusak dan memiliki masa simpan pendek, sehingga berisiko menimbulkan kerugian bagi petani ketika hasil panen melimpah. Kondisi tersebut mendorong munculnya gagasan inovatif dari Ibu Rona untuk mengolah selada menjadi produk camilan berupa keripik.
Sebelum itu Ibu Rona tidak memiliki inovasi untuk membuka usaha umkm kripik selada di situlah peran kami membantu Ibu Rona membangun inovasi kripik selada hidroponik dan seladanya yang langsung di ambil dari kebun selada Ibu Rona, Di awali dengan membuat kesepakatan dengan Ibu Rona untuk memikirkan packaging lalu media sosial,dan menambahkan lokasi Ibu Rona ke dalam google maps
Keripik Selada Ibu Rona merupakan bentuk inovasi sederhana yang mampu memberikan nilai tambah pada bahan baku lokal. Pengolahan selada menjadi keripik tidak hanya memperpanjang masa simpan, tetapi juga menciptakan produk baru yang
Perkembangan Keripik Selada Ibu Rona tidak terlepas dari peran mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus 1945 yang melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Selotapak. Melalui kegiatan KKN, mahasiswa hadir sebagai pendamping dan fasilitator dalam upaya pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) desa. Mahasiswa KKN membantu Ibu Rona dalam meningkatkan kualitas produk, terutama pada aspek pengemasan, pemberian label, serta strategi pemasaran.
Salah satu permasalahan utama yang dihadapi UMKM desa adalah keterbatasan pengetahuan terkait pemasaran modern. Melalui inovasi sederhana yang dilakukan bersama mahasiswa KKN, seperti desain kemasan yang lebih menarik dan pemanfaatan media sosial, jangkauan pemasaran produk mulai meluas. Hal ini membuktikan bahwa inovasi tidak hanya berkaitan dengan produk, tetapi juga mencakup cara distribusi dan promosi.
Selain memberikan dampak ekonomi, usaha Keripik Selada Ibu Rona juga memiliki nilai sosial yang signifikan. Kegiatan produksi melibatkan masyarakat sekitar, khususnya ibu rumah tangga, sehingga membuka peluang kerja dan meningkatkan pendapatan keluarga. Kehadiran mahasiswa KKN turut mendorong terbentuknya kerja sama dan semangat gotong royong dalam masyarakat. Dengan demikian, inovasi sederhana ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga memperkuat ikatan sosial di Desa Selotapak.
Dari sudut pandang akademik, keterlibatan mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 dalam pengembangan Keripik Selada Ibu Rona merupakan bentuk implementasi nyata dari tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam mengidentifikasi permasalahan, merancang solusi, serta berinteraksi dengan masyarakat desa. Pengalaman ini menjadi pembelajaran penting yang tidak sepenuhnya diperoleh di ruang kelas.
Menurut Mochammad Firmansyah, S.T., Selaku dosen pembimbing Lapangan,membantu inovasi keripik selada ibu rona sekaligus mempromosikannya melalui media sosial seperti instagram adalah langkah yang sangat tepat dan relevan dengan perkembangan zaman. Inovasi pada produk dapat meningkatkan nilai jual,baik dari segi rasa,kemasan,maupun menarik minat konsumen yang lebih luas,terutama kalagan muda yang menyukai camilan sehat
Secara keseluruhan, Keripik Selada Ibu Rona menjadi contoh bahwa inovasi sederhana dapat berperan besar dalam mengangkat potensi lokal desa. Sinergi antara pelaku UMKM dan mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus 1945 di Desa Selotapak menunjukkan bahwa kolaborasi yang baik mampu menciptakan dampak positif yang berkelanjutan. Ke depan, pengembangan usaha ini masih memiliki peluang besar untuk terus ditingkatkan melalui diversifikasi produk, peningkatan kualitas, serta perluasan jaringan pemasaran. Inovasi sederhana yang berangkat dari potensi lokal seperti ini layak untuk terus didukung sebagai bagian dari upaya pembangunan desa yang berkelanjutan.
Penulis : Rizalif Bagus Bintang S, Ilmu Komunikasi, Nim. 1152200043
Artikel ini di tulis untuk memenuhi persyaratan Kuliah Kerja Nyata Universitas 17 Agustus Surabaya


Komentar