WhatsApp Image 2026-03-13 at 14.15.03 (1)
Beranda » Blog » dr Rudy Adiputra Ungkap Teknik Double Fix Mancungkan Hidung Tanpa Operasi

dr Rudy Adiputra Ungkap Teknik Double Fix Mancungkan Hidung Tanpa Operasi

Administrator : Zahira Bella

Radar Waktu, Jakarta.14 Maret 2026– Jakarta, 14 Maret 2026 – Memiliki hidung mancung dan proporsional menjadi salah satu keinginan banyak orang untuk meningkatkan penampilan wajah. Namun tidak semua orang siap menjalani operasi plastik yang invasif dengan masa pemulihan yang cukup panjang.

Seiring perkembangan teknologi estetika, kini tersedia berbagai prosedur non-bedah yang dapat membantu memperbaiki kontur wajah, salah satunya melalui tanam benang hidung atau nose threadlift.

Salah satu teknik yang semakin banyak digunakan adalah Double Fix Pyramid Threadlift, metode yang dirancang untuk memberikan struktur penopang hidung yang lebih stabil sehingga menghasilkan bentuk yang lebih natural.

Menurut dr. Rudy Adiputra, MARS, M.Biomed (AAM), M.H., dokter estetika di Insta Beauty Center yang juga merupakan Trainer dan Global Advisory Board Double Fix Pyramid, tanam benang hidung dapat menjadi alternatif bagi pasien yang ingin memperbaiki bentuk hidung tanpa harus menjalani operasi plastik.

“Banyak pasien menginginkan hidung yang lebih mancung dan terdefinisi, tetapi belum siap menjalani operasi rhinoplasty.

Ramadhan 1447 H, Biddokkes Polda Gorontalo Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis

Melalui prosedur tanam benang hidung dengan teknik Double Fix Pyramid, kontur hidung dapat diperbaiki secara lebih stabil dengan pendekatan non-bedah,” jelas dr. Rudy.

Secara medis, tanam benang hidung merupakan prosedur estetika yang menggunakan benang khusus untuk memberikan efek lifting dan penopang pada struktur hidung. Selain memberikan efek penopang secara mekanis, benang tersebut juga dapat merangsang produksi kolagen alami di sekitar jaringan sehingga membantu mempertahankan bentuk hidung lebih lama.

Menurut dr. Rudy, teknik Double Fix Pyramid Threadlift menggunakan sistem penopang ganda yang ditempatkan pada titik strategis di area hidung.

“Tujuan utama treatment estetika adalah menciptakan proporsi wajah yang lebih harmonis.

Dengan teknik ini, prosedur tanam benang hidung dapat memberikan dukungan struktur yang lebih stabil sehingga hasilnya terlihat lebih natural,” ujarnya.

UNDC Dental Aesthetic, Klinik Dokter Gigi Estetik Futuristik Hadir di Kerinci dan Jambi

Prosedur tanam benang hidung umumnya berlangsung sekitar 30 hingga 60 menit dengan anestesi lokal. Pasien biasanya dapat kembali beraktivitas ringan dalam waktu singkat setelah tindakan selesai.

Durasi hasil tanam benang hidung dapat berbeda pada setiap individu, tergantung jenis benang yang digunakan dan kondisi kulit pasien. Secara umum hasil treatment dapat bertahan antara 6 bulan hingga 2 tahun.

Meski termasuk prosedur non-bedah, dr. Rudy menekankan pentingnya melakukan tindakan estetika di klinik yang memiliki standar medis yang baik.

“Keamanan prosedur sangat bergantung pada teknik dokter, kualitas benang, serta standar medis klinik. Karena itu pasien sebaiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang berpengalaman,” jelasnya.

Seiring meningkatnya minat terhadap prosedur estetika non-bedah, tanam benang hidung kini menjadi salah satu treatment yang semakin diminati karena menawarkan proses yang relatif cepat dengan downtime minimal.

GM Witel Jatim Timur Lakukan Kunjungan ke RSUD Sidoarjo Barat Bahas Penguatan Kerja Sama Digitalisasi Layanan Kesehatan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *