Editor : Adzkiya Naila
Penulis : Qonita Mashna’ul Azizah, Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Radar Waktu, Opini – Saat ini inflasi yang terus meningkat menjadi tantangan besar di segala sektor perekonomian global, khusunya pada sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). UMKM menjadi salah satu sektor yang sangat rentan terhdapa dampak dari inflasi. Dengan kenaikan harga yang cukup pesat seperti, harga kebutuhan pokok, biaya bahan baku dan suku bunga yang lebih tinggi dapat memepengaruhi pengelolaan keuangan UMKM yang harus berjuang lebih keras untuk mempertahankan kelangsungan usaha di Tengah ketidakpastian ekonomi akibat inflasi.
Inflasi yang terus meningkat diperkirakan akan mencapai 6,1% pada Januari 2026 mengakibatkan lonjakan harga baku yang melonjak tinggi, sehingga memaksakan para pelaku bisnis kecil untuk menyesuaikan strategi keuangan mereka. Kenaikan inflasi yang cukup pesat memiliki dampak tersendiri bagi pelaku UMKM, salah satu dampak utamanya adalah kenaikan biaya operasional yang dapat memepengaruhi arus kas dan margin keuantungan mereka, sedangkan UMKM sangat bergantung pada pemasok bahan baku local atau impor, hal ini menyebabkan kelonjakan harga yang tidak setabil sehingga merugikan kelangsungan usaha mereka.
Bagi banyak UMKM melakukan pembiayaan formal seperti kredit merupakan hal yang lumrah, namun untuk saat ini kredit dengan bunga yang murah akan semakin memperburuk keadaan. Mereka seringkali tidak memiliki modal yang cukup untuk mengatasi lonjakan biaya untuk meningkatakan efisiensi usaha, ditambah lagi dengan suku bunga yang tinggi mengakibatkan pelaku UMKM kesulitan dalam mendapatkan pinjaman dengan biaya yang terjangkau.
Menjaga Stabilitas Keuangan di Tengah Ketidakpastian
Ditegah tantangan inflasi yang semakain berkecamuk, dibutuhkan manajemen keuangan yang penuh kehati-hatian agar UMKM dapat terus bertahan. Beberapa Langkah yang dapat diambil oleh pelaku UMKM untuk menjaga stabilitas keuangan mereka diantaranya adalah:
- Meningkatkan Pengelolaan Arus Kas
Para pelaku UMKM diharapkan untuk lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran dan terus memantau arus kas secara ketat. Melakukan pemisahan antara pengeluaran pribadi dan usaha menjadi point penting untuk memastikan setiap pengeluaran yang dilakukan memiliki manfaat secara langsung terhardap kelangsungan usaha.
- Diversifikasi Produk dan Layanan
Guna untuk mengatasi kenaikan biaya agar dapat beradaptasi dengan permintaan pasar yang sering berubah-ubah, pelaku UMKM harus melakukan diservikasi produk atau jasa mereka. Hal ini memungkinkan mereka untuk tetap kompetitif dengan menawarkan produk yang lebih beragam dan menarik bagi pada pelanggam.
- Penyesuaian Harga secara Bertahap
Beberapa pelaku UMKM lebih memilih untuk menaikkan harga produk mereka secara bertahap dibandingkan melakukan kenaikan harga secara drastis yang dapat mengakibatkan kerugian bagi mereka akibat menurunnya permintaan pasar. Dengan melakukan penyesuaian harga ini diharapkan bisa membuat para pelaku UMKM untuk lebih berhati-hati dan memperhatikan daya beli konsumen dan harga pasar.
- Mencari Alternatif Pembiayaan
Akibat sulitnya kases dalam melakukan pembiayaan melalui bank, beberapa UMKM mulai mencari alternatif sumber pembiayaan yang lain, seperti melalui pinjaman mikro khusus untuk pelaku usaha atau menggali potensi dana dari para investor local. Hal ini dapat memberikan mereka ruang bertahan lebih lama selama kondisi pasar dalam keadaan yang satabil.
Dukungan dari Pemerintah kepada Pelaku Usaha UMKM
Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Koperasi dan UMKM terus memberikan dukungan untuk para pelaku UMKM yang terdampak Inflasi. Pemerintah memberikan program-program sepertti pelatihan manajemen keuangan, akses ke pembiayaan mikro dan pemasaran digital. Hal ini dilakukan untuk membantu para pelaku UMKM dalam mengatasi kesulitan yang dihadapi dalam situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian ini.
Inflasi merupakan seuatu tantangan bagi para pelaku UMKM. Untuk menjaga kestabilan keuangan mereka ditengah tekanan harga yang terus melonjak naik maka diperlukan pengelolaan keuangan dengan cermat. Pemerintah memiliki peranan yang cukup penting dalam meberikan peluang bagi pelaku UMKM agara UMKM dapat terus berkembang dan bertahan ditengah gencatan ekonomi yang tidak pasti seperti saat ini.
Melalui Langkah-langkah yang tepat, diharpakan UMKM tetap bisa menjaga stabilitas keuangan mereka meskipun berada ditengah gejolak inflasi yang mempengaruhi perekonomian global dan domestic.


Komentar