Jurnalis : Aisha Khalisa
RADAR WAKTU, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan terus memperketat pengawasan terhadap keberadaan Warga Negara Asing (WNA) seiring dengan meningkatnya arus kunjungan wisatawan ke daerah tersebut. Mewakili Bupati Tabanan, Wakil Bupati I Made Dirga secara resmi membuka Sosialisasi Pelaporan dan Pengawasan Digitalisasi Warga Negara Asing, Kamis (19/2), bertempat di Ruang Pertemuan Graha Yadnya Sanjayaning Singasana, Desa Adat Kota Tabanan.
Acara strategis ini dihadiri oleh Direktur Intelkam Polda Bali, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Kepala Badan Kesbangpol Tabanan, Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA), para narasumber, serta seluruh Camat dan Perbekel se-Kabupaten Tabanan.
Digitalisasi Sebagai Kunci Pengawasan Modern
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Wabup Dirga, ditegaskan bahwa di era globalisasi, mobilitas WNA merupakan hal yang tidak terelakkan. Meskipun membawa dampak positif bagi sektor pariwisata dan investasi, pengawasan yang terintegrasi dan berbasis digital menjadi kebutuhan mutlak.
“Data hingga November 2025 menunjukkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Tabanan mencapai 153.345 orang. Sinergi antara Pemerintah Daerah, Imigrasi, Kepolisian, dan perangkat wilayah adalah langkah strategis untuk memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga di tengah tingginya angka kunjungan tersebut,” ujar Wabup Dirga.
Instruksi Tegas kepada Camat dan Perbekel
Wabup Dirga menekankan pentingnya optimalisasi pencatatan digital melalui Aplikasi Cakra Wasi. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan instruksi khusus kepada para Camat dan Perbekel untuk:
1. Proaktif melakukan pendataan WNA di wilayah masing-masing.
2. Memantau secara detail hunian WNA, baik yang tinggal di rumah warga (homestay) maupun di vila pribadi.
3. Memanfaatkan platform digital guna mempercepat alur pelaporan dan koordinasi dengan TIMPORA.
Mewujudkan Tabanan Era Baru
Langkah penguatan pengawasan ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Tabanan, yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM).
Dengan sistem pengawasan yang ketat namun tetap ramah investasi, diharapkan Kabupaten Tabanan tetap menjadi destinasi yang nyaman bagi wisatawan sekaligus aman bagi seluruh masyarakat lokal.


Komentar