Radar Waktu, Jakarta – TK ABA Kajen menyelenggarakan kegiatan melukis kaleng sedekah sebagai bagian dari program budaya filantropi sekolah. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, pada hari selasa (13/01/2026) dengan melibatkan seluruh peserta didik beserta guru pendamping.
Anak-anak tampak antusias menghias kaleng menggunakan berbagai warna dan gambar sesuai kreativitas masing-masing. Kegiatan ini bukan sekadar aktivitas mewarnai, tetapi juga menjadi media pembelajaran karakter melalui pembiasaan bersedekah sejak dini.
Kepala TK ABA Kajen, Eni Nur Khikmah, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk kebiasaan berbagi dan kepedulian sosial pada anak usia dini. Selain melatih koordinasi motorik halus, media kaleng sedekah digunakan untuk mengenalkan nilai religius seperti sedekah, tolong-menolong, dan empati terhadap sesama. Menurutnya, pendekatan kreatif menjadi cara efektif agar anak merasa dekat dan tertarik dengan kegiatan berbagi.
“Melalui melukis kaleng filantropi ini, kami ingin anak-anak merasa tertarik terlebih dahulu dengan wadahnya. Ketika mereka bangga dengan hasil karyanya, diharapkan muncul semangat untuk mengisi kaleng tersebut dengan sedekah setiap hari,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Ia juga menambahkan bahwa kebiasaan bersedekah perlu dipupuk sejak masa golden age atau usia emas pertumbuhan anak. Dengan memiliki kaleng buatan sendiri, peserta didik secara tidak langsung diajak membangun kedekatan emosional terhadap aktivitas filantropi. Program ini sekaligus menjadi bagian dari budaya sekolah religius yang dikembangkan secara berkelanjutan.
Guru Mendampingi Proses Kreativitas Anak

Selama kegiatan berlangsung, guru mendampingi anak-anak dalam proses melukis dan menghias kaleng sedekah. Guru juga memberikan penjelasan sederhana mengenai manfaat berbagi kepada orang lain melalui cerita dan percakapan ringan. Pendekatan tersebut dilakukan agar anak lebih mudah memahami makna sedekah dalam kehidupan sehari-hari. Suasana belajar berlangsung menyenangkan sehingga peserta didik terlihat aktif dan percaya diri menunjukkan hasil karya mereka.
Salah satu guru pendamping menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut mampu membentuk karakter positif pada anak. “Harapan besar kami adalah para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlakul karimah, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” ungkapnya. Setelah selesai dihias, kaleng sedekah nantinya digunakan sebagai media pembiasaan sedekah di sekolah.
Orang Tua Mendukung Program Filantropi Sekolah
Program budaya filantropi yang dilaksanakan TK ABA Kajen mendapat respons positif dari orang tua murid. Mereka menilai kegiatan melukis kaleng sedekah mampu mengembangkan kreativitas sekaligus membentuk karakter religius anak. Orang tua juga menganggap kegiatan tersebut sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak usia dini.
Selain melatih keterampilan motorik dan seni, kegiatan ini dinilai mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial pada anak. Pembiasaan sedekah melalui media kreatif diharapkan dapat membentuk kebiasaan baik yang terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dukungan orang tua menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan budaya filantropi di lingkungan sekolah.
Sekolah Perkuat Pendidikan Karakter Religius
Melalui kegiatan melukis kaleng sedekah yang diikuti seluruh warga sekolah, TK ABA Kajen terus berupaya memperkuat pendidikan karakter religius peserta didik. Sekolah berharap budaya filantropi dapat menjadi kebiasaan positif yang tertanam sejak dini dalam diri anak. Dengan kerja sama antara sekolah, guru, dan orang tua, nilai berbagi serta kepedulian sosial diharapkan terus berkembang dalam kehidupan sehari-hari anak.
Kegiatan berlangsung tertib, penuh semangat, dan ditutup dengan doa bersama serta sesi foto bersama seluruh peserta didik dan guru pendamping.
Penulis: Eni Nur Khikmah


Komentar