Muhammad Soleh
Beranda » Blog » Kiprah Muhammad Soleh Merawat Tradisi Keilmuan Islam di Indonesia

Kiprah Muhammad Soleh Merawat Tradisi Keilmuan Islam di Indonesia

Kabar Tren, Jakarta – Di tengah berkembangnya tantangan sosial, digitalisasi kehidupan beragama, dan meningkatnya kebutuhan akan literatur akademik yang relevan dengan kondisi masyarakat, akademisi muda Muhammad Soleh terus menunjukkan konsistensinya dalam menghasilkan karya ilmiah yang menghubungkan kajian Islam dengan realitas sosial kontemporer.

Lulusan Program Magister Pengkajian Islam dengan konsentrasi Antropologi dan Sosiologi Agama dari Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menyelesaikan studinya dengan predikat Sangat Memuaskan (IPK 3,67), setelah sebelumnya meraih gelar Sarjana Studi Agama-Agama dengan predikat Cumlaude (IPK 3,51). Tesisnya mengangkat kehidupan keberagamaan dan dinamika psikososial pengungsi Muslim di Jakarta Barat melalui pendekatan etnografi.

Berbeda dengan banyak akademisi yang berfokus pada satu disiplin, Muhammad Soleh mengembangkan kajian yang menghubungkan Anthropology of Religion, Sociology of Religion, Muslim Communities, Forced Migration, dan Religious Identity. Melalui pendekatan tersebut, ia berupaya memahami bagaimana agama berinteraksi dengan perubahan sosial, migrasi, identitas, serta perkembangan ruang digital dalam kehidupan masyarakat Muslim.

Produktivitas akademiknya tercermin dari sejumlah publikasi pada jurnal nasional bereputasi. Pada Jurnal Semar: Sosial dan Pengabdian Masyarakat yang terakreditasi SINTA 3, ia menerbitkan artikel berjudul “Youth, Religion, And Pop Culture: Modernitas Dalam Gaya Hidup Hedonisme Remaja dan Budaya Populer Versus Eksistensi Agama Jaman Now”. Artikel tersebut membahas hubungan antara budaya populer, gaya hidup generasi muda, dan praktik keberagamaan di Indonesia.

Kontribusi lainnya hadir melalui Jurnal Al Irsyad Studi Islam yang terakreditasi SINTA 2 dengan artikel “Menggali Budaya Baru dan Implikasinya bagi Keagamaan Gen-Z: Perspektif Sosiologi dan Antropologi Masyarakat di Era Kontemporer” . Kajian tersebut menyoroti perubahan pola keberagamaan Generasi Z di tengah derasnya perkembangan budaya digital dan transformasi sosial.

Kiprah Muhammad Soleh Membangun Wajah Baru Kajian Islam di Indonesia

Tidak berhenti di situ, dua artikel ilmiah lainnya telah memperoleh Letter of Acceptance (LoA) pada jurnal SINTA 2, yaitu “Religious Identity and Coping Mechanisms: Psychosocial Well-Being of Muslim Refugees in West Jakarta” yang membahas identitas keagamaan dan kesejahteraan psikososial pengungsi Muslim, serta “Rekonstruksi Penanggulangan Lone Wolf Terrorism di Indonesia: Sinergi Hukum Pidana, Perspektif Hukum Islam, dan Strategi Deradikalisasi Digital” yang menawarkan pendekatan multidisipliner dalam upaya pencegahan radikalisme berbasis ruang digital.

Pada tahun 2026, kiprahnya semakin berkembang melalui kolaborasi lintas institusi. Bersama Nadia Nurfitria dari International Islamic University of Indonesia (UIII) dan Rahmat Pamungkas, Muhammad Soleh menerbitkan artikel “Between Public Morality and Online Judgment: Cancel Culture in Indonesian Muslim Digital Spaces” pada ETNOSIA: Jurnal Etnografi Indonesia, Volume 11 Nomor 1 Tahun 2026 yang terakreditasi SINTA 3. Artikel tersebut mengulas fenomena cancel culture di ruang digital Muslim Indonesia melalui pendekatan etnografi digital, dengan menyoroti bagaimana moralitas publik, identitas keagamaan, dan media sosial saling memengaruhi dalam membentuk opini serta perilaku masyarakat digital.

Selain publikasi jurnal, Muhammad Soleh juga aktif menulis buku akademik, di antaranya Norma Agama dan Norma Sosial: Budaya, Agama, dan Masyarakat Indonesia, Antropologi dan Sosiologi Agama: Pendekatan Budaya dan Agama Masyarakat Indonesia, Pengungsi Muslim di Indonesia, serta Dimensi Tuhan Dalam 3 Wujud. Buku terakhir tersebut pernah menjadi perhatian media nasional karena mengangkat kajian komparatif mengenai konsep ketuhanan dalam tiga tradisi agama sebagai bagian dari penguatan dialog lintas agama di Indonesia.

Tidak hanya produktif sebagai penulis, Muhammad Soleh juga telah berkontribusi sebagai editor lebih dari seratus buku akademik dan keagamaan yang diterbitkan secara nasional. Keterlibatannya meliputi penyuntingan karya di bidang hadis, fatwa, studi Islam, pendidikan, dan kajian sosial yang menjadi referensi bagi kalangan akademisi maupun masyarakat luas.

Pemikirannya juga hadir melalui berbagai artikel populer di media massa nasional yang membahas multikulturalisme, pendidikan, politik, hubungan antaragama, hingga dinamika sosial masyarakat Indonesia. Atas kontribusinya tersebut, Muhammad Soleh berhasil meraih Juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional serta masuk 5 Besar Essay Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Perjalanan Agita Putri, Wajah Baru Fashion Indonesia yang Mengawali Karier dari KelasModelling

Di luar aktivitas akademik, Muhammad Soleh menjabat sebagai Direktur Utama Affinity Publisher, penerbit yang berfokus pada buku akademik dan keagamaan. Melalui lembaga tersebut, ia mendorong lahirnya publikasi ilmiah dari dosen, peneliti, mahasiswa pascasarjana, dan cendekiawan Indonesia agar dapat diterbitkan sesuai standar penerbitan akademik. Langkah ini dinilai berkontribusi terhadap penguatan ekosistem literasi nasional, peningkatan kualitas referensi ilmiah berbahasa Indonesia, serta mendukung produktivitas publikasi akademik yang menjadi salah satu indikator daya saing pendidikan tinggi Indonesia.

Melalui perpaduan antara publikasi ilmiah, penerbitan buku, dan pengembangan literasi akademik, Muhammad Soleh memperlihatkan bagaimana seorang akademisi muda dapat berkontribusi tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga dalam memperkaya diskursus keilmuan yang relevan dengan berbagai persoalan masyarakat Indonesia, mulai dari migrasi paksa, identitas keagamaan, hingga transformasi budaya digital.

[1]: https://books.google.com/books/about/Seni_Menjadi_Manusia_Tanpa_Beban_Jejak_P.html?id=j9TKEAAAQBAJ&utm_source=chatgpt.com “Seni Menjadi Manusia Tanpa Beban – Jejak Pustaka – Muhammad Soleh – Google Books”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *