JAKARTA, 23 September 2026 — Bagi Fitry Kurniaty, membangun bisnis jewellery bukan sekadar menjual emas dan berlian. Baginya, perhiasan adalah tentang kepercayaan, kualitas, edukasi, dan keberanian seorang perempuan untuk membangun masa depannya sendiri.
Perjalanan Fitry Kurniaty sebagai CEO & Founder Faiza Safira Gold & Jewellery tidak dibangun dalam satu malam. Ia memulai perjalanan bisnisnya dari langkah yang sederhana namun penuh keberanian: menawarkan perhiasan secara door-to-door, bahkan ketika sedang dalam kondisi hamil.
Dari pengalaman tersebut, Fitry belajar bahwa dalam bisnis jewellery, pelanggan tidak hanya membeli sebuah perhiasan. Mereka membeli rasa percaya.
Nilai itulah yang kemudian menjadi fondasi dalam membangun Faiza Safira Gold & Jewellery.
Berawal dari Bandar Lampung, Fitry secara bertahap mengembangkan bisnisnya hingga memiliki jaringan pelanggan dan store di berbagai kota, termasuk Jakarta, serta melayani konsumen dari berbagai wilayah Indonesia.
Dari Penjual Jewellery Menjadi Entrepreneur dan Jewellery Curator
Bagi Fitry, menjadi seorang CEO bukan hanya tentang memiliki bisnis. Seorang pemimpin harus memahami produk, konsumen, tim, dan proses bisnis secara menyeluruh.
Karena itu, Fitry terlibat langsung dalam proses pemilihan dan kurasi koleksi jewellery Faiza Safira. Ia memberikan perhatian pada kualitas batu, desain, craftsmanship, hingga pengalaman pelanggan.
Menurutnya, industri jewellery adalah bisnis yang dibangun melalui hubungan jangka panjang.
“Saya percaya bahwa dalam bisnis jewellery, trust adalah aset yang paling mahal. Orang membeli berlian bukan hanya karena bentuknya indah, tetapi karena mereka percaya kepada siapa mereka membeli.”
Prinsip tersebut menjadi salah satu nilai yang terus dibawa Fitry dalam mengembangkan Faiza Safira.
Membangun Brand dengan Edukasi
Fitry juga melihat adanya kebutuhan besar masyarakat Indonesia terhadap edukasi jewellery.
Banyak konsumen tertarik membeli berlian, tetapi belum memahami bagaimana menilai kualitasnya. Karena itu, Fitry menjadikan edukasi sebagai bagian penting dari komunikasi brand.
Melalui berbagai platform digital dan interaksi langsung dengan pelanggan, Fitry memperkenalkan pemahaman mengenai kualitas berlian, termasuk konsep 4C: Color, Clarity, Cut, dan Carat.
Baginya, konsumen yang teredukasi adalah konsumen yang dapat mengambil keputusan dengan lebih percaya diri.
“Saya ingin perempuan Indonesia membeli jewellery bukan karena ikut-ikutan. Saya ingin mereka memahami apa yang mereka beli, mengetahui kualitasnya, dan merasa bangga dengan pilihannya.”
Dari Bisnis Jewellery Menuju Gerakan Kemandirian Perempuan
Salah satu visi Fitry yang semakin kuat adalah menjadikan bisnis jewellery sebagai ruang untuk menciptakan lebih banyak perempuan mandiri secara ekonomi.
Melalui jaringan reseller Faiza Safira, Fitry membuka kesempatan bagi perempuan di berbagai daerah untuk memiliki peluang usaha tanpa harus memulai semuanya dari nol.
Menurutnya, seorang perempuan tidak harus memilih antara menjadi ibu, menjadi istri, dan menjadi pengusaha.
Seorang perempuan dapat memiliki banyak peran sekaligus dan tetap membangun sesuatu yang menjadi miliknya.
“Saya ingin perempuan Indonesia percaya bahwa mereka mampu membangun penghasilan dan bisnisnya sendiri. Tidak harus langsung besar. Yang penting berani memulai, mau belajar, dan konsisten.”
Kini, jaringan reseller Faiza Safira telah berkembang di berbagai wilayah Indonesia. Bagi Fitry, para reseller bukan hanya bagian dari jaringan penjualan, tetapi merupakan bagian dari ekosistem pertumbuhan bisnis.
Memimpin dengan Passion
Di balik pertumbuhan bisnisnya, Fitry membawa satu prinsip sederhana:
Passion menjadi bisnis.
Kecintaannya terhadap jewellery, fashion, entrepreneurship, dan dunia perempuan menjadi energi dalam membangun Faiza Safira.
Ia percaya bahwa bisnis yang kuat bukan hanya tentang angka penjualan, tetapi tentang nilai yang ditinggalkan.
Karena itu, Fitry juga memberikan perhatian terhadap pemberdayaan pengrajin jewellery lokal dan membangun ekosistem bisnis yang melibatkan lebih banyak pelaku usaha.
Baginya, pertumbuhan Faiza Safira harus memberikan manfaat yang lebih luas.
Visi Fitry Kurniaty
Sebagai CEO & Founder, Fitry memiliki visi membawa Faiza Safira Gold & Jewellery menjadi brand jewellery Indonesia yang semakin dikenal secara nasional dengan mengedepankan tiga nilai utama:
TRUST — QUALITY — EMPOWERMENT
Kepercayaan dalam setiap transaksi.
Kualitas dalam setiap koleksi.
Dan pemberdayaan dalam setiap peluang bisnis.
Perjalanan Fitry Kurniaty menjadi pengusaha jewellery menunjukkan bahwa sebuah brand besar dapat lahir dari keberanian untuk memulai dari langkah kecil.
Dari menawarkan jewellery dari rumah ke rumah, membangun hubungan dengan pelanggan satu per satu, hingga mengembangkan jaringan bisnis yang semakin luas, Fitry membuktikan bahwa perempuan tidak harus menunggu kesempatan datang—perempuan dapat menciptakan kesempatan itu sendiri.
Hari ini, Fitry Kurniaty tidak hanya membangun sebuah bisnis jewellery.
Ia sedang membangun legacy.
Sebuah brand yang ingin dikenal bukan hanya karena emas dan berlian yang dijualnya, tetapi karena kepercayaan yang dibangun, perempuan yang diberdayakan, dan mimpi yang berhasil diwujudkan.
Tentang Fitry Kurniaty
Fitry Kurniaty adalah CEO & Founder Faiza Safira Gold & Jewellery, entrepreneur dan jewellery enthusiast yang membangun bisnisnya dari Bandar Lampung dan mengembangkannya ke berbagai kota di Indonesia.
Melalui Faiza Safira, Fitry menggabungkan kecintaannya terhadap jewellery dengan edukasi konsumen, pelayanan premium, pengembangan jaringan reseller, serta pemberdayaan perempuan.
Visinya sederhana namun besar:
“Membangun bisnis yang bukan hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga menciptakan kesempatan bagi lebih banyak perempuan untuk tumbuh dan mandiri.”
Fitry Kurniaty
CEO & Founder — Faiza Safira Gold & Jewellery
Passion menjadi bisnis.
Trust menjadi fondasi.
Empowerment menjadi legacy.


Komentar