WhatsApp Image 2026-10-14 at 14.04.16
Beranda » Post » Turun Berat Badan 23 Kg, Muhammad Rizal Priyaga Taklukkan Full Marathon Surabaya

Turun Berat Badan 23 Kg, Muhammad Rizal Priyaga Taklukkan Full Marathon Surabaya

SIDOARJO – Perubahan besar dalam hidup terkadang berawal dari kesadaran sederhana bahwa tubuh perlu dijaga. Hal itulah yang mendorong Muhammad Rizal Priyaga, pria kelahiran Sidoarjo, 27 Juli 1997, untuk memulai perjalanan menurunkan berat badan pada April 2025. Dari berat badan yang semula mencapai 101 kilogram, kini Rizal berhasil menurunkan berat badannya menjadi 78 kilogram.

Perjalanan tersebut bukan sekadar tentang angka di timbangan. Bagi Rizal, keputusan untuk menjalani diet dan berolahraga berawal dari kondisi tubuh yang mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Ia merasa kesulitan bergerak, mudah lelah, serta menghadapi masalah kadar gula darah dan asam urat yang tinggi.

Kondisi itu menjadi titik balik bagi Rizal untuk mengubah kebiasaan hidupnya. Ia mulai membangun rutinitas olahraga secara bertahap, meskipun harus menjalani proses yang tidak selalu mudah. Salah satu olahraga yang pertama kali dipilihnya adalah skipping atau lompat tali.

Olahraga sederhana tersebut menjadi langkah awal Rizal untuk kembali aktif bergerak. Ia berusaha membangun kebiasaan berolahraga secara konsisten sebagai bagian dari upayanya menurunkan berat badan dan meningkatkan kebugaran tubuh.

Memasuki Juni 2025, Rizal mulai menekuni olahraga lari. Dari aktivitas yang awalnya menjadi bagian dari program penurunan berat badan, lari perlahan berkembang menjadi tantangan baru yang ingin ia taklukkan.

Fitry Kurniaty: Dari Door-to-Door hingga Membangun Faiza Safira Gold & Jewellery sebagai Brand Jewellery yang Berbasis Trust dan Pemberdayaan Perempuan

Menjalani olahraga lari tentu membutuhkan proses adaptasi, terlebih ketika memulainya dengan berat badan 101 kilogram. Namun, Rizal terus menjalani prosesnya dan menjadikan setiap perkembangan sebagai motivasi untuk melangkah lebih jauh.

Perjalanan dari skipping menuju lari menjadi bagian penting dalam perubahan gaya hidupnya. Penurunan berat badan hingga 23 kilogram menunjukkan perkembangan yang telah dicapainya sejak memulai perjalanan tersebut pada April 2025.

Tak Berhenti pada Penurunan Berat Badan

Bagi sebagian orang, berhasil menurunkan berat badan mungkin sudah menjadi pencapaian besar. Namun, Rizal memiliki target lain yang ingin diwujudkan melalui olahraga lari, yakni menyelesaikan lomba lari jarak jauh.

Keseriusannya menekuni olahraga tersebut akhirnya membawanya mengikuti Surabaya ISOPLUS Marathon 2026. Dalam ajang itu, Rizal mengambil bagian pada kategori Full Marathon, salah satu kategori lari dengan jarak paling menantang, yakni 42,195 kilometer.

Keikutsertaan dalam kategori tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan hidupnya. Ia tidak lagi sekadar berusaha menurunkan angka di timbangan, tetapi juga menguji kemampuan fisik, ketahanan mental, dan konsistensi latihan yang telah dibangun selama berbulan-bulan.

Perjalanan Inspiratif WHYMPRN: Bertransformasi dari Kreator Menjadi Musisi dan Pencipta Lagu

Rizal akhirnya berhasil mencapai garis finis Full Marathon Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 dengan catatan waktu 5 jam 41 menit 3 detik.

Pencapaian itu menjadi bukti bahwa perjalanan perubahan yang dimulainya dari keinginan untuk memperbaiki kondisi tubuh telah membawanya pada tantangan yang lebih besar. Dari seseorang yang sebelumnya merasa kesulitan bergerak dan cepat lelah, Rizal kini berhasil menyelesaikan lomba lari sejauh 42,195 kilometer.

Keberhasilan tersebut tentu tidak membuat proses yang dijalaninya menjadi mudah. Full Marathon membutuhkan ketahanan fisik dan mental, serta persiapan yang tidak bisa dilakukan secara instan. Karena itu, keberhasilan mencapai garis finis menjadi pencapaian tersendiri dalam perjalanan olahraga Rizal.

Perjalanan yang Berawal dari Kesadaran Diri

Kisah Muhammad Rizal Priyaga memperlihatkan bahwa perubahan gaya hidup dapat dimulai dari langkah sederhana. Ia memulainya dengan menyadari kondisi tubuh, memilih olahraga yang bisa dilakukan, lalu secara bertahap mencoba tantangan baru.

Penurunan berat badan dari 101 kilogram menjadi 78 kilogram merupakan salah satu hasil dari perjalanan tersebut. Sementara itu, keberhasilannya menyelesaikan Full Marathon menjadi pencapaian lain yang memperlihatkan perkembangan dirinya dalam menekuni olahraga lari.

KURSITERAS MENYELESAIKAN PERJALANAN “KERETA TERAKHIR”, LAGU YANG DITULIS DI ATAS KERETA MENUJU JAKARTA SEJAK 2019

Bagi Rizal, perjalanan ini menjadi pengalaman berharga untuk terus menjaga konsistensi dan menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Kisahnya juga dapat menjadi inspirasi bagi orang lain yang ingin mulai mengubah kebiasaan hidup. Tidak harus langsung melakukan olahraga berat atau memasang target yang terlalu tinggi. Langkah awal dapat dimulai dari aktivitas sederhana, disesuaikan dengan kemampuan tubuh, kemudian ditingkatkan secara bertahap.

Perjalanan Rizal dari berat badan 101 kilogram hingga berhasil menyelesaikan Full Marathon menunjukkan bahwa sebuah perubahan besar dapat berawal dari keputusan untuk mulai bergerak.

Dari Sidoarjo, Rizal membuktikan bahwa garis finis bukan hanya tentang menyelesaikan perlombaan. Lebih dari itu, garis finis menjadi simbol perjalanan panjang dalam mengenali keterbatasan, membangun kebiasaan baru, dan berusaha menjadi pribadi yang lebih sehat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *