Foto Bersama Pemilik Warung Kedai Nana.JPG
Beranda » Blog » Mahasiswa UMUS Bantu UMKM Desa Mulyasari Masuk Google Maps, Biar Makin Laris dan Mudah Dicari

Mahasiswa UMUS Bantu UMKM Desa Mulyasari Masuk Google Maps, Biar Makin Laris dan Mudah Dicari

MULYASARI, LOSARI — Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Mulyasari, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, kini siap naik kelas. Jika sebelumnya para pedagang desa hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut, sekarang toko dan warung mereka sudah resmi bisa dicari lewat aplikasi Google Maps.

Langkah keren ini terwujud berkat bantuan dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes. Mereka bikin program khusus untuk mengenalkan teknologi digital ke para pelaku usaha lokal.

Kenapa Harus Google Maps?

Mahasiswa Semester 6 Program Studi Manajemen UMUS, Nourlinda Rismaya., menjelaskan bahwa mendaftarkan usaha warga ke Google Maps bukan cuma sekadar ikut-ikutan tren, tapi memang sudah jadi kebutuhan penting di zaman sekarang.

“Di Desa Mulyasari ini sebenarnya banyak sekali potensi usaha warga, seperti jualan kuliner dan warung kelontong. Sayangnya, orang dari luar desa sering kebingungan kalau mau cari lokasinya. Lewat program kerja ini, saya ingin membantu warga biar usahanya makin gampang dicari sama siapa saja lewat HP,” ungkapnya.

Ada banyak keuntungan langsung yang dirasakan warga:

Menanti Revitalisasi Makam Pahlawan Nyi Mas Gamparan: KKM 53 UNIBA Dorong Potensi Wisata Religi Desa Tanjungsari yang Tertahan Sejak 2025

  • Mudah Ditemukan: Pembeli tinggal ikuti petunjuk jalan (GPS) di HP.
  • Makin Dikenal: Usaha warga bisa muncul di pencarian Google.
  • Terlihat Lebih Terpercaya: Toko atau warung terlihat lebih profesional di mata pembeli.

Datangi Warung Satu per Satu

Bukan cuma bikin sosialisasi di balai desa, para mahasiswa justru turun langsung mendatangi rumah dan lokasi usaha warga satu per satu.

Mereka membantu mendaftarkan usaha warga lewat layanan Google My Business. Semua data diisi lengkap: nama toko, alamat, jenis usaha, jam buka-tutup, sampai foto produk dan bentuk bangunan warungnya agar pembeli tidak salah alamat.

Suasana hangat pun terlihat saat proses pendaftaran. Dengan sabar, para mahasiswa menunjukkan layar ponsel dan menjelaskan caranya kepada warga. Salah satu pemandangan manis terlihat saat mahasiswa mendampingi seorang ibu pemilik warung kedai nana yang sedang menggendong balitanya. Sang ibu menyambut bantuan tersebut dengan senyum sumringah.

Sambutan Hangat dari Warga

Ibu pemilik Warung Kedai Nana tersebut tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya setelah warungnya resmi muncul di peta digital.

Kelola Sampah Dimulai dari Kesadaran Warga KKM Tematik Reguler 19 Untirta Gandeng DLH Kabupaten Serang Dorong Pembentukan Bank Sampah di Desa Lamaran

“Alhamdulillah, senang sekali dibantu adik-adik mahasiswa. Warung saya sekarang bisa dicari di HP. Semoga makin banyak yang mampir, apalagi kalau ada orang luar kota yang lagi lewat Mulyasari,” ungkapnya gembira.

Para pemilik usaha lain juga menyampaikan hal serupa. Mereka berharap, setelah usahanya makin gampang dicari secara online, pembeli makin ramai dan pendapatan keluarga bisa meningkat.

Bukti Kepedulian Kampus

Aksi nyata mahasiswa UMUS Brebes di Desa Mulyasari ini jadi bukti komitmen kampus dalam membantu masyarakat. Melalui program yang tepat sasaran, UMUS ingin membantu warga desa agar tidak tertinggal di era digital.

Harapannya, langkah kecil ini bisa membuat UMKM di Desa Mulyasari terus berkembang pesat dan bisa menularkan semangat digitalisasi ke desa-desa lainnya.

Gandeng UPM Malaysia, Sinergi Akademik dan Aksi Sosial Mahasiswa UNAIR Dukung Capaian SDGs di Kancah Internasional

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *