Radar Waktu, Makassar, 11 April 2026 — Tim Dosen Pengabdi Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Revitalisasi Taman Ramah Anak Berbasis Keamanan dan Edukasi RA Sekolah Cendikia Berseri Kota Makassar” di RA Sekolah Cendikia Berseri, Kota Makassar. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menciptakan lingkungan pendidikan anak usia dini yang aman, nyaman, edukatif, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Kegiatan revitalisasi dilaksanakan sebagai respons terhadap pentingnya kualitas lingkungan bermain dan belajar bagi anak usia dini. Taman sekolah tidak hanya dipandang sebagai ruang terbuka untuk bermain, tetapi juga sebagai bagian dari lingkungan pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman langsung kepada anak melalui aktivitas bermain, eksplorasi, interaksi sosial, dan pengenalan lingkungan.
Dalam pelaksanaannya, Tim Dosen Pengabdi melakukan penataan dan revitalisasi elemen-elemen taman dengan mempertimbangkan prinsip keamanan anak, kenyamanan, aksesibilitas, nilai edukatif, serta kualitas lingkungan. Penataan diarahkan untuk menciptakan ruang bermain yang lebih tertata sekaligus memberikan stimulus pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak usia dini.
Salah satu aspek utama yang menjadi perhatian adalah keamanan lingkungan taman. Elemen taman dan area aktivitas anak ditinjau berdasarkan potensi risiko, seperti kondisi permukaan lantai, sudut atau bagian elemen yang berpotensi membahayakan, sirkulasi anak, serta pengaturan ruang bermain. Pendekatan tersebut dilakukan agar taman dapat menjadi ruang yang menyenangkan sekaligus memberikan rasa aman bagi anak, guru, dan orang tua.
Selain aspek keamanan, revitalisasi juga mengedepankan fungsi edukatif taman. Berbagai elemen lingkungan dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran luar ruang yang memperkenalkan anak pada tanaman, warna, bentuk, tekstur, ruang, serta aktivitas motorik dan sosial. Dengan demikian, keberadaan taman diharapkan tidak hanya memperindah lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi bagian integral dari proses pembelajaran anak. Kegiatan ini juga melibatkan pihak sekolah sebagai mitra utama. Kolaborasi dilakukan melalui identifikasi kondisi eksisting, diskusi kebutuhan, penataan lingkungan, serta penguatan pemahaman mengenai pemanfaatan dan pemeliharaan taman. Keterlibatan mitra menjadi bagian penting agar hasil revitalisasi dapat dipelihara dan dimanfaatkan secara berkelanjutan setelah kegiatan pengabdian selesai.
Firnawati, S.P., M.Si., selaku ketua Tim Pengabdi, menyampaikan bahwa lingkungan pendidikan anak usia dini perlu dirancang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mempertimbangkan aspek keselamatan dan perkembangan anak. “Taman ramah anak seharusnya menjadi ruang yang mampu memberikan pengalaman bermain sekaligus belajar. Karena itu, aspek keamanan, kenyamanan, edukasi, dan kemudahan pemeliharaan perlu menjadi satu kesatuan dalam penataan lingkungan sekolah,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Tim Dosen Pengabdi UNM berharap revitalisasi taman dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas lingkungan RA Sekolah Cendikia Berseri. Taman yang lebih aman dan edukatif diharapkan dapat mendorong anak untuk lebih aktif bergerak, bereksplorasi, berinteraksi, dan belajar melalui pengalaman langsung di lingkungan sekitar.
Kegiatan “Revitalisasi Taman Ramah Anak Berbasis Keamanan dan Edukasi RA Sekolah Cendikia Berseri Kota Makassar” sekaligus menunjukkan peran perguruan tinggi dalam mengimplementasikan pengetahuan dan keahlian akademik untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Melalui sinergi antara dosen, sekolah, dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan pendidikan anak usia dini yang semakin berkualitas, inklusif, aman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Tim Dosen Pengabdi UNM
Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar
Makassar, 2026


Komentar