Boyolali, Radarwaktu.com, 8 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan edukasi bagi ibu-ibu PKK Desa Blumbang, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali. Bertempat di Balai Desa Blumbang, kegiatan ini mengangkat dua materi mengenai pengelolaan keuangan keluarga, yaitu “Cerdas Mengelola Keuangan Rumah Tangga: Panduan Pembukuan Sederhana bagi Ibu Rumah Tangga” dan “Panduan Praktis bagi Ibu-Ibu PKK: Dana Pendidikan Anak.”
Kegiatan dibuka dengan sambutan singkat dari perwakilan mahasiswa KKN, dilanjutkan dengan pemaparan materi secara berurutan oleh dua narasumber. Kedua materi disampaikan menggunakan media presentasi disertai contoh perhitungan sederhana, sehingga peserta dapat mengikuti penjelasan secara bertahap.
Materi pertama disampaikan oleh mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Diponegoro. Edukasi berfokus pada pentingnya pencatatan dan perencanaan keuangan rumah tangga secara sederhana. Ibu-ibu PKK diperkenalkan dengan cara mencatat pemasukan dan pengeluaran, menyusun anggaran keluarga, menentukan prioritas antara kebutuhan dan keinginan, serta melakukan evaluasi keuangan secara berkala. Peserta juga diajak membedakan pengeluaran tetap dan pengeluaran tidak tetap sebagai langkah awal memahami pola belanja rumah tangga.
Materi juga memperkenalkan pembagian pos keuangan dan metode amplop untuk membantu keluarga mengendalikan pengeluaran, mulai dari kebutuhan pokok, pendidikan dan kesehatan, tabungan dan dana darurat, hingga kebutuhan sosial dan cicilan sesuai kemampuan masing-masing keluarga. Melalui metode ini, peserta diarahkan untuk memisahkan uang berdasarkan kebutuhan sejak awal menerima pendapatan.
Selama sesi berlangsung, peserta diajak berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai cara mereka selama ini mengatur keuangan rumah tangga. Kegiatan ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan literasi keuangan masyarakat, serta SDGs 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan perilaku konsumsi yang lebih terencana.
Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh Mahasiswa Jurusan Akuntansi Perpajakan Universitas Diponegoro. Materi “Dana Pendidikan Anak” mengajak ibu-ibu PKK mempersiapkan kebutuhan pendidikan anak sejak dini melalui tiga langkah utama: menetapkan target, membangun kebiasaan menabung, dan menghitung kebutuhan dana berdasarkan waktu yang tersedia.
Peserta diperkenalkan dengan gambaran kebutuhan biaya pendidikan pada berbagai jenjang, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK, hingga perguruan tinggi, sebagai acuan awal menentukan target dana pendidikan anak. Peserta juga diberikan simulasi sederhana: jika target dana pendidikan sebesar Rp40 juta dipersiapkan selama 144 bulan, maka setoran yang perlu disisihkan sekitar Rp278 ribu per bulan.
Selain perencanaan tabungan, peserta diperkenalkan dengan informasi mengenai Program Indonesia Pintar (PIP), KIP Kuliah, serta peluang beasiswa lainnya sebagai alternatif dukungan pembiayaan pendidikan anak. Peserta juga diingatkan mengenai pentingnya menyiapkan dokumen pendukung seperti Kartu Keluarga, akta kelahiran, KTP orang tua, NIK, dan NISN.
Program dana pendidikan anak ini berkaitan dengan SDGs 4: Pendidikan Berkualitas dan SDGs 1: Tanpa Kemiskinan, karena perencanaan keuangan pendidikan sejak dini dapat membantu keluarga mengurangi risiko tekanan finansial di kemudian hari.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap ibu-ibu PKK Desa Blumbang dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pengelolaan keuangan yang sederhana dan perencanaan dana pendidikan dapat menjadi kebiasaan yang berkelanjutan meski program KKN telah berakhir.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2026 di Desa Blumbang, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. techn. Ir. Asep Muhamad Samsudin, S.T., M.T.
Penulis : Revalina Zalyanti, Akuntansi, Universitas Diponegoro.


Komentar