WhatsApp Image 2026-09-20 at 14.25.39 (1)
Beranda » Blog » BERGEMA Pandu 45 di Kaliurang, Ayah dan Anak Kembali Menemukan Bahagia Lewat Bermain Bersama

BERGEMA Pandu 45 di Kaliurang, Ayah dan Anak Kembali Menemukan Bahagia Lewat Bermain Bersama

KALIURANG, YOGYAKARTA, 19 September 2026 — Ada hal sederhana yang sering kali hilang di tengah kesibukan keluarga: waktu untuk benar-benar bermain bersama. Bukan sambil memegang gawai, bukan di sela pekerjaan, tetapi hadir sepenuhnya untuk satu sama lain.

Hal sederhana itulah yang kembali dihidupkan dalam kegiatan BERGEMA – Pandu 45, Sesi Ayah dan Anak, yang digelar di kawasan Kaliurang, Yogyakarta, Sabtu (19/9/2026). Sebanyak 52 peserta mengikuti kegiatan yang dirancang untuk menghadirkan ruang bermain, belajar, dan bertumbuh bersama antara ayah dan anak.

Peserta terdiri atas 11 ayah dan 10 pendamping, serta anak-anak dari berbagai kelompok usia, yaitu 8 anak usia 2–4 tahun, 16 anak usia 5–8 tahun, dan 7 anak usia 7–9 tahun.

Di tengah suasana Kaliurang yang sejuk, anak-anak diajak bermain dan bergerak bersama ayah. Permainan sederhana justru menjadi pintu masuk untuk menghadirkan kembali kedekatan yang terkadang tersisih oleh rutinitas sehari-hari.

Salah satu yang paling berkesan bagi Fadhila adalah permainan menirukan gerakan hewan.

Dukung SDGs, Siswa SMKN 2 Depok Integrasikan Pemodelan Arsitektur dan Struktur Berbasis BIM

“Mainnya seru, bisa main sama teman-teman dan ayah. Yang disenangi main menirukan gerakan hewan.”

Bagi anak, mungkin hanya sebuah permainan. Namun bagi orang tua, kesempatan tersebut menjadi pengingat bahwa kebersamaan tidak selalu membutuhkan sesuatu yang rumit.

Yani Purwanto, salah satu ayah peserta, merasakan hal yang sama. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan untuk benar-benar meluangkan waktu bersama keluarga, terutama anak.

“Senang sekali hari ini bisa ada waktu untuk bermain bersama keluarga, terutama dengan anak. Sebagai seorang ayah memang harus bisa menyempatkan waktu bersama anak.”

Sementara bagi Caesar Laila, kebersamaan hari itu terasa semakin istimewa karena ayah dan anak mendapatkan ruang untuk bermain tanpa distraksi gawai.

Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 Resmi Dibuka, Targetkan 10 Ribu Pengunjung dan Perputaran Ekonomi Rp10 Miliar

“Senang sekali hari ini bisa bareng-bareng keluarga untuk berkegiatan bersama, terutama ada sesi main antara ayah dan anak. Yang biasanya ayah dan anak asyik dengan gadget, hari ini ada kesempatan main bareng.”

Ibu Juga Perlu Bertumbuh

Ketika para ayah dan anak bermain bersama, para ibu memiliki ruangnya sendiri melalui Moms Corner. Sebanyak 30 ibu mengikuti sesi pengenalan Pandu 45 dengan aktivitas 4E yang membahagiakan.

Moms Corner tidak sekadar menjadi ruang bagi para ibu untuk berkegiatan, tetapi juga menjadi ruang refleksi bahwa perjalanan pengasuhan bukan hanya tentang bagaimana anak bertumbuh.

Ibu pun perlu bertumbuh.

Bupati Sanjaya Dorong Reforma Agraria Berbasis Data Presisi untuk Keadilan dan Kesejahteraan

Salah satu pesan yang menjadi sorotan dalam sesi tersebut adalah pentingnya ibu memiliki ruang untuk merasa bahagia, belajar, dan mengenali kembali kebutuhan dirinya.

Sebab, ketika anak bertumbuh, ibu pun tidak seharusnya berhenti bertumbuh.

Pesan ini menjadi bagian penting dari semangat BERGEMA: menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menyenangkan bagi anak, tetapi juga memberikan ruang bagi orang tua untuk kembali terhubung dengan keluarga dan dirinya sendiri.

Dari Bermain Menjadi Sebuah Kenangan

BERGEMA – Pandu 45 pada akhirnya bukan hanya tentang permainan yang dilakukan selama kegiatan. Ada sesuatu yang lebih sederhana sekaligus lebih dalam: menciptakan kenangan bersama.

Anak mungkin akan mengingat bagaimana ayah ikut menirukan gerakan hewan. Ayah mungkin akan mengingat tawa anak yang muncul di tengah permainan. Sementara ibu pulang membawa ruang baru untuk kembali belajar dan bertumbuh.

Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, kebersamaan seperti ini menjadi pengingat bahwa keluarga membutuhkan waktu yang sengaja diciptakan.

Karena terkadang, yang paling dibutuhkan seorang anak bukanlah sesuatu yang mahal.

Hanya ayah yang hadir, ibu yang bahagia, dan keluarga yang mau meluangkan waktu untuk bermain bersama.

Dari Kaliurang, BERGEMA – Pandu 45 kembali membawa pulang satu cerita sederhana: ketika keluarga diberi ruang untuk bermain, mereka juga menemukan ruang untuk saling mendekat dan bertumbuh bersama.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *