Picture1
Beranda » Post » BI Waspadai Dampak El Nino terhadap Harga Pangan Menjelang Akhir Tahun

BI Waspadai Dampak El Nino terhadap Harga Pangan Menjelang Akhir Tahun

Radar Waktu, Jakarta – Bank Indonesia (BI) meminta semua pihak mewaspadai dampak El Nino terhadap harga pangan menjelang akhir tahun. Fenomena kekeringan ini diperkirakan belum berakhir dalam waktu dekat dan berpotensi menekan pasokan sejumlah komoditas penting di berbagai daerah.

Peringatan tersebut disampaikan Deputi Gubernur BI Ricky Perdana Gozali dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu (21/10/2026). Menurut Ricky, El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2027. Tekanan harga pangan paling mungkin terasa di Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, dan Sumatra.

Inflasi Pangan Bergejolak Mulai Naik

BI mulai khawatir karena inflasi nasional naik. BPS mencatat inflasi tahunan September 2026 sebesar 3,28 persen (yoy), dari 3,19 persen pada Agustus.

Kelompok pangan bergejolak (volatile food) mendorong kenaikan itu. Inflasinya naik menjadi 5,03 persen pada September. BI menyebut gangguan produksi dan pasokan di sejumlah daerah sentra pangan sebagai penyebabnya.

Perkuat Tata Kelola Pertanian, Mahasiswa KKN Undip Dorong Pemberdayaan Masyarakat Desa Kwasen

Beberapa wilayah mencatat angka di atas rata-rata nasional. Kalimantan mencapai 7,62 persen untuk pangan bergejolak, dengan harga beras sebagai pendorong utama.

Beras, Cabai, dan Bawang Merah Paling Rentan

BI memetakan tiga komoditas yang paling berisiko terdampak El Nino. “Komoditas yang paling rentan adalah beras, kemudian cabai dan bawang merah,” kata Ricky.

Beras menjadi perhatian utama karena hampir semua rumah tangga membutuhkannya sebagai kebutuhan pokok. Tanaman cabai dan bawang merah peka terhadap cuaca. Produksinya turun saat kemarau panjang, dan harganya ikut bergerak cepat di pasar.

Pada Juni 2026, BI sudah memperingatkan bahwa El Nino berisiko menurunkan produktivitas hortikultura, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Mahasiswa KKN Universitas Muhadi Setiabudi Perkuat Branding UMKM Desa Mulyasari Melalui Katalog Produk Digital

Strategi BI Menjaga Pasokan dan Distribusi

Untuk meredam gejolak harga jangka pendek, BI menyiapkan empat langkah bersama pemerintah pusat dan daerah:

  1. Kerja Sama Antardaerah (KAD) mempercepat distribusi pangan dari daerah surplus ke daerah defisit.
  2. Fasilitasi biaya distribusi dan subsidi angkut membantu pangan sampai ke wilayah yang kekurangan.
  3. Operasi pasar dan gerakan pasar murah menahan kenaikan harga di tingkat konsumen.
  4. Dashboard rantai pasok terintegrasi terhubung dengan neraca pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), sehingga BI bisa memantau potensi kekurangan pasokan lebih awal.

Sebanyak 46 kantor perwakilan BI di daerah mengoordinasikan langkah ini bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS).

Pada Agustus lalu, BI memperluas pengendalian inflasi ke penguatan produksi, penanganan pascapanen, distribusi, kelembagaan pangan, dan modernisasi pertanian dari hulu ke hilir, termasuk digital farming. Operasi pasar tidak lagi menjadi satu-satunya andalan.

Proyeksi Inflasi Akhir Tahun

BERGEMA Tasikmalaya Perkuat Kedekatan Keluarga dan Semangat Berbagi untuk Anak

BI memperkirakan inflasi naik menjelang akhir tahun. Deputi Gubernur BI Aida Suwandi Budiman menyebut angkanya tetap dalam sasaran 2,5±1 persen, dengan posisi di atas 3 persen.

Sejumlah ekonom memproyeksikan angka yang lebih tinggi. Kepala Ekonom BCA David Sumual pernah memperkirakan inflasi bisa mencapai 4 hingga 4,5 persen pada akhir 2026 jika El Nino memukul harga beras, gula, ayam, telur, cabai, bawang, dan jagung. Ekonom Ferry Latuhihin memperingatkan risiko inflasi pangan dua digit jika El Nino menguat dan produksi pertanian terganggu.

Apa yang Perlu Anda Cermati

Permintaan pangan biasanya naik menjelang Natal dan Tahun Baru. Kalau pasokan seret karena El Nino pada saat yang sama, harga bisa naik lebih cepat. Hindari panic buying, dan cek harga di sumber resmi seperti Panel Harga Badan Pangan Nasional atau situs pemerintah daerah Anda.

BI, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah berkoordinasi untuk menjaga harga pangan sampai El Nino mereda.

DAFTAR REFERENSI DAN SUMBER DATA

  • Metro TV News. (21 Oktober 2026). BI Waspadai Dampak El Nino terhadap Inflasi Pangan. metrotvnews.com
  • IDX Channel/RCTI+. (21 Oktober 2026). El Nino Berisiko Ganggu Pasokan, BI Antisipasi Lonjakan Harga Pangan. rctiplus.com
  • (20 Agustus 2026). Ini Strategi Bank Indonesia Hadapi Risiko El Nino. katadata.co.id
  • (18 Juni 2026). BI Waspadai Tekanan Inflasi dari Harga Minyak hingga Ancaman El Nino. katadata.co.id

Penulis : Lutfi Azis, Muhammad Luthfan Arrafi, Imam Setiadi, Fakultas ekonomi dan bisnis, Prodi Manajemen, Universitas Pancasakti Tegal

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *