RADAR WAKTU, JAKARTA — Persentase penduduk miskin di DKI Jakarta turun menjadi 3,96 persen pada Maret 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, angka tersebut menurun 0,07 poin persentase dibandingkan September 2025 yang mencapai 4,03 persen.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan capaian tersebut dalam konferensi pers realisasi APBD Triwulan III 2026 di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Selain penurunan angka kemiskinan, indikator ketenagakerjaan juga menunjukkan perbaikan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 5,79 persen pada Mei 2026, sedangkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencapai 66,05 persen.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya memperluas kesempatan kerja melalui pelatihan keterampilan, termasuk program Mobile Training Unit dan pelatihan reguler, guna meningkatkan kesiapan masyarakat memasuki dunia kerja.
Meski demikian, penurunan angka kemiskinan tetap perlu diiringi dengan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperluas lapangan pekerjaan, dan mengurangi kesenjangan ekonomi.
Capaian ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya terlihat dalam angka statistik, tetapi juga dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Penulis :
1. Muhammad Jiddan Kamidi
2. Febryant Sukma Aji
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen, Universitas Pancasakti Tegal.


Komentar