WhatsApp Image 2026-08-04 at 21.41.54
Beranda » Blog » BAMUS Betawi Perkuat Sinergi dengan Polda Metro Jaya, Tegaskan Komitmen Menjaga Jakarta Aman, Damai, dan Kondusif Jelang HUT ke-81 Republik Indonesia

BAMUS Betawi Perkuat Sinergi dengan Polda Metro Jaya, Tegaskan Komitmen Menjaga Jakarta Aman, Damai, dan Kondusif Jelang HUT ke-81 Republik Indonesia

Jakarta – Badan Musyawarah (BAMUS) Betawi kembali menegaskan komitmennya sebagai organisasi payung masyarakat Betawi yang siap menjadi mitra strategis pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan ketertiban Ibu Kota Jakarta.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pertemuan silaturahmi antara jajaran pengurus BAMUS Betawi yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum H. Riano P. Ahmad dengan jajaran Polda Metro Jaya. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan menghasilkan kesamaan pandangan mengenai pentingnya menjaga Jakarta tetap aman, damai, dan kondusif menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

Wakil Ketua Umum I BAMUS Betawi, Munir Arsad, menegaskan bahwa pertemuan tersebut sama sekali tidak memiliki kepentingan politik maupun agenda lain di luar kepentingan menjaga keamanan Jakarta.

“Kehadiran kami di Polda Metro Jaya murni sebagai bentuk silaturahmi dan memperkuat kolaborasi. Jakarta adalah wajah Indonesia. Karena itu keamanan Jakarta harus dijaga bersama oleh pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Munir.

Menurutnya, menjaga keamanan Jakarta bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga negara. Sebagai organisasi yang menaungi berbagai organisasi masyarakat Betawi, BAMUS Betawi merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga suasana yang sejuk, damai, dan penuh persaudaraan.

U-Series Trilogy 100KM Jadi Batu Loncatan Menuju Tantangan Gowes 300 Kilometer

Menjaga Warisan Para Pendiri BAMUS Betawi

Munir menegaskan bahwa BAMUS Betawi lahir dari gagasan besar para tokoh Betawi yang memiliki cita-cita mempersatukan seluruh elemen masyarakat Betawi dalam satu wadah musyawarah.

Ia menyebut sejumlah tokoh yang telah memberikan kontribusi besar dalam perjalanan BAMUS Betawi, mulai Effendi Yusuf sebagai ketua pertama, yang kemudian diteruskan oleh HM Sanif, Eddie M. Nalapraya, Abdul Syukur, Fauzi Bowo, Nachrowi Ramli, Djan Faridz, Zainuddin , Abraham Lunggana (Haji Lulung), hingga Riano P. Ahmad yang telah mengabdikan diri demi menjaga eksistensi masyarakat Betawi sebagai masyarakat inti di Ibu Kota Jakarta.

Menurut Munir, estafet kepemimpinan tersebut kini berada di tangan Ketua Umum H. Riano P. Ahmad yang dipercaya melalui Musyawarah Besar (MUBES) BAMUS Betawi Tahun 2023.

“Kami memiliki tanggung jawab menjaga amanah para pendiri. Jangan sampai perjuangan mereka yang telah membangun BAMUS Betawi selama puluhan tahun justru dirusak oleh kepentingan sesaat. Organisasi ini dibangun dengan semangat persatuan, musyawarah, dan pengabdian kepada masyarakat Betawi,” katanya.

Ketua Umum Memiliki Hak Prerogatif Sesuai AD/ART

Menanggapi dinamika internal organisasi yang berkembang belakangan ini, Munir menjelaskan bahwa hasil MUBES BAMUS Betawi Tahun 2023 telah memberikan mandat penuh kepada Ketua Umum H. Riano P. Ahmad untuk menjalankan roda organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Tertawa Bersama, Bertumbuh Bersama: Board Game Land Hadirkan Ruang Bermain yang Menguatkan Ikatan Keluarga di Sekolah Semut-Semut

Ia menegaskan bahwa Ketua Umum memiliki kewenangan organisasi dalam mengangkat, mengganti, maupun memberhentikan pengurus apabila dipandang perlu demi kepentingan organisasi.

“Hal tersebut merupakan kewenangan organisasi yang diberikan melalui mekanisme MUBES. Namun BAMUS Betawi tetap menjunjung tinggi prinsip musyawarah. Karena nama organisasi ini sendiri adalah Badan Musyawarah Betawi. Artinya setiap persoalan harus diselesaikan melalui dialog, musyawarah, dan mufakat,” jelasnya.

Munir menambahkan bahwa berbagai persoalan internal seharusnya diselesaikan di dalam forum organisasi, bukan melalui ruang publik yang justru dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Aspirasi Ormas Betawi Minta Organisasi Dirapikan

Munir mengungkapkan bahwa sejumlah organisasi masyarakat yang berada di bawah naungan BAMUS Betawi telah menyampaikan aspirasi agar dilakukan penataan organisasi terhadap pihak-pihak yang dinilai tidak lagi sejalan dengan visi, misi, dan arah perjuangan BAMUS Betawi.

Menurutnya, aspirasi tersebut muncul karena adanya kekhawatiran bahwa perbedaan sikap yang terus dipertontonkan di ruang publik dapat mengganggu soliditas organisasi.

Wujud Nyata Peduli Lingkungan, Himadiksio Untirta Gelar Dialog Lingkungan “Merawat Bumi dari Desa”

“Aspirasi dari berbagai ormas Betawi bukan dilandasi rasa benci kepada siapa pun. Justru mereka ingin BAMUS Betawi tetap solid dan tidak kehilangan arah perjuangan. Karena itu mereka berharap Ketua Umum dapat mengambil langkah organisasi sesuai kewenangannya apabila memang diperlukan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukan bertujuan menghukum seseorang, melainkan menjaga kesinambungan organisasi agar tetap berjalan efektif.

Menjaga Persatuan Menjelang HUT ke-81 RI

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Munir mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang dapat memecah belah bangsa.

Menurutnya, berbagai informasi yang berkembang di media sosial harus disikapi secara bijaksana agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Momentum Hari Kemerdekaan harus menjadi momentum memperkuat persatuan bangsa, bukan justru memperuncing perbedaan. Kita semua memiliki tanggung jawab menjaga situasi tetap aman dan damai,” katanya.

Apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

Munir juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno yang dinilai memiliki perhatian besar terhadap masyarakat Betawi.

Menurutnya, berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dalam merangkul tokoh-tokoh Betawi merupakan langkah positif untuk memperkuat persatuan sekaligus menjaga identitas budaya Betawi sebagai budaya asli Jakarta.

“Kami melihat pemerintah terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat Betawi. Hal tersebut patut diapresiasi karena menunjukkan komitmen membangun Jakarta dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

BAMUS Betawi Dukung Langkah Preventif Polda Metro Jaya

Dalam kesempatan tersebut, BAMUS Betawi juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah preventif yang dilakukan Polda Metro Jaya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Munir menilai sinergi antara aparat keamanan dan tokoh masyarakat merupakan kunci utama dalam mencegah potensi konflik sosial maupun gangguan keamanan.

“Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri. Tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh warga harus menjadi bagian dari solusi. Karena itu BAMUS Betawi siap menjadi mitra strategis dalam menjaga Jakarta tetap aman,” tegasnya.

Seruan Menjaga Jakarta

Di akhir keterangannya, Munir mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Betawi, untuk terus menjaga persaudaraan, memperkuat persatuan, serta mendukung setiap upaya pemerintah dan aparat keamanan dalam menciptakan Jakarta yang aman, damai, dan nyaman.

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Betawi sebagai masyarakat asli Jakarta memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi tuan rumah yang baik bagi seluruh masyarakat yang tinggal dan mencari penghidupan di Ibu Kota.

“Betawi selalu terbuka, ramah, dan menerima seluruh anak bangsa yang datang ke Jakarta. Karena itu mari kita bersama-sama menjaga kota ini. Jangan mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memecah persatuan. Mari kita jadikan Jakarta sebagai kota yang aman, damai, harmonis, dan penuh keberkahan. Bersama BAMUS Betawi, kita jaga Jakarta untuk Indonesia,” tutup Munir Arsad.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *