RADAR WAKTU, JAKARTA – Pengelolaan kekayaan sumber daya mineral Indonesia membutuhkan keahlian, pengalaman, dan perencanaan yang matang. Di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap mineral strategis dan energi, peran tenaga ahli geologi menjadi semakin penting. Salah satu profesional yang aktif mendorong penguatan sektor tersebut adalah STJ Budi Santoso, S.T., M.Econ.Geol.
Budi Santoso dikenal sebagai geolog dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di industri pertambangan dan eksplorasi mineral. Saat ini, ia menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID sekaligus Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) periode 2023–2026.
Kedua jabatan tersebut memperlihatkan keterlibatannya dalam pengembangan industri pertambangan sekaligus penguatan profesi geologi di Indonesia.
Berpengalaman di Industri Pertambangan Internasional
Perjalanan profesional Budi Santoso berawal dari latar belakang pendidikan geologi. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Geologi di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) pada 1996, kemudian melanjutkan studi magister bidang Economic Geology di University of Tasmania, Australia.
Pendidikan tersebut menjadi landasan dalam mengembangkan keahlian di bidang eksplorasi dan evaluasi sumber daya mineral.
Sepanjang kariernya, Budi pernah terlibat dalam sejumlah perusahaan pertambangan internasional, antara lain Western Mining Company, Cyprus Amax, Phelps Dodge Corporation, Freeport-McMoRan, BHP Billiton, dan J Resources.
Pengalamannya mencakup kegiatan eksplorasi greenfield dan brownfield, identifikasi potensi mineralisasi, evaluasi proyek, pengembangan tambang, hingga manajemen industri pertambangan.
Ia juga memiliki pengalaman dalam berbagai proyek eksplorasi di Indonesia dan sejumlah negara, seperti Chile, Republik Demokratik Kongo, Filipina, Peru, serta China.
Pengalaman lintas negara tersebut memberikan pemahaman mengenai karakteristik sumber daya mineral, tantangan eksplorasi, serta dinamika industri pertambangan global.
Menghubungkan Geologi dengan Pengelolaan Sumber Daya Alam
Dalam pengelolaan sumber daya alam, ilmu geologi memiliki posisi strategis karena menjadi dasar untuk mengetahui karakteristik, potensi, dan persebaran kekayaan mineral.
Kajian geologi juga diperlukan untuk menentukan kelayakan pengembangan suatu wilayah pertambangan serta memperhitungkan berbagai risiko yang mungkin muncul.
Perspektif tersebut menjadi penting dalam mendorong pengelolaan sumber daya mineral yang tidak hanya berorientasi pada nilai ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.
Sebagai bagian dari manajemen MIND ID, pengalaman Budi di bidang eksplorasi dan pengembangan mineral menjadi relevan dalam melihat kebutuhan perencanaan sumber daya alam secara lebih terintegrasi.
Menurutnya, pengembangan sektor pertambangan membutuhkan sinergi antara kemampuan teknis, teknologi, tata kelola, dan kebijakan yang tepat.
Aktif Mengembangkan Organisasi Profesi Geologi
Selain berkarier di industri, Budi Santoso juga aktif dalam organisasi profesi. Ia terlibat dalam pengembangan Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) sejak awal gagasan pembentukannya pada 2007.
Sejak 2008, ia pernah mengemban berbagai tanggung jawab organisasi, termasuk bidang hubungan eksternal dan internasional serta kepanitiaan konvensi tahunan.
Ia kemudian dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal MGEI periode 2014–2018 dan menjabat sebagai Ketua MGEI mulai 2018.
Pada Oktober 2023, Budi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat IAGI periode 2023–2026.
Kepemimpinannya di organisasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi ahli geologi, memperluas kolaborasi, serta meningkatkan kontribusi keilmuan geosains bagi kepentingan masyarakat.
Geosains sebagai Modal Pembangunan Indonesia
Budi Santoso memandang bahwa potensi geologi Indonesia perlu dikelola dengan pendekatan ilmiah dan perencanaan jangka panjang.
Indonesia memiliki karakteristik geologi yang kompleks. Kondisi tersebut membuat kajian kebumian diperlukan dalam berbagai sektor, mulai dari pertambangan, energi, pembangunan infrastruktur, penataan ruang, hingga mitigasi bencana.
Karena itu, geosains perlu ditempatkan sebagai salah satu referensi penting dalam proses pengambilan keputusan.
Perspektif tersebut sejalan dengan upayanya mendorong pemanfaatan ilmu geologi dalam kebijakan publik dan pembangunan nasional.
Ke depan, tantangan pengelolaan sumber daya mineral Indonesia akan semakin berkaitan dengan kebutuhan energi, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan.
Melalui pengalaman profesional dan kepemimpinan organisasi, Budi Santoso mendorong agar kekayaan geologi Indonesia tidak sekadar menjadi potensi yang dieksplorasi, tetapi juga dikelola secara bertanggung jawab untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.


Komentar