WhatsApp Image 2026-05-24 at 18.42.18
Beranda » Blog » Menjaga Nyala Literasi, Pegiat TBM dari Jakarta dan Malinau Bertukar Praktik Baik

Menjaga Nyala Literasi, Pegiat TBM dari Jakarta dan Malinau Bertukar Praktik Baik

Radar Waktu, Jakarta — Hujan yang mengguyur kawasan Jakarta Selatan pada Jumat sore, 22 Mei 2026, baru saja reda ketika puluhan pegiat literasi mulai memadati Rumah Baca Zhaffa. Di ruang sederhana itu, suasana hangat segera tumbuh melalui kegiatan bertajuk “Bertukar Cerita, Menguatkan Gerakan TBM: Praktik Baik Literasi dan Kolaborasi dari Malinau dan Jakarta.”

Kegiatan yang diinisiasi Forum Taman Bacaan Masyarakat (Forum TBM) bersama Program INOVASI—kemitraan pendidikan Indonesia dan Australia—menjadi ruang bertemunya para penggerak literasi dari dua wilayah dengan tantangan berbeda: DKI Jakarta dan Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Pertemuan ini bukan sekadar forum berbagi pengalaman, melainkan wadah memperkuat jejaring, merawat semangat, dan membangun kolaborasi lintas daerah.

Gerakan Taman Bacaan Masyarakat kini berkembang jauh melampaui fungsi menyediakan rak dan buku bacaan. Di banyak daerah, TBM telah menjelma menjadi ruang belajar warga, pusat aktivitas sosial, hingga medium pemberdayaan masyarakat berbasis literasi. Karena itu, pertemuan antara pegiat Jakarta dan Malinau menjadi ruang penting untuk saling belajar mengenai strategi menjaga gerakan literasi tetap hidup di tengah tantangan yang berbeda-beda.

Kegiatan dibuka dengan permainan literasi numerasi yang interaktif. Para peserta diajak menebak angka dan tanggal lahir sehingga suasana langsung cair sejak awal acara. Sebanyak 35 peserta hadir dalam forum tersebut, termasuk rombongan pegiat literasi dari Malinau, yakni Zsa Zsa Suhartiningtyas dari TBM Lasan Baca, Belvi selaku Ketua Ikatan Keluarga Baca Malinau (IKBM), dan Yeyen Meiasim, Kepala Desa Kuala Lapang. Kehadiran mereka memperlihatkan kuatnya komitmen pegiat literasi dari daerah pelosok untuk terus bergerak dan terhubung dengan jejaring nasional.

Ketua Umum Forum TBM, Opik, dalam sambutannya menegaskan bahwa kolaborasi lintas wilayah merupakan energi penting bagi keberlanjutan gerakan literasi nasional. Menurutnya, ruang dialog seperti ini mampu melahirkan strategi-strategi baru dalam mengelola TBM sekaligus memperkuat solidaritas antarpegiat di berbagai daerah.

Aktif Edukasi di TikTok, Ryan Swardana Bangun Komunitas Belajar Digital

Diskusi dipandu oleh Heni Wardatur Rohmah sebagai moderator. Percakapan berkembang membahas bagaimana TBM dapat tumbuh kuat di tengah masyarakat dengan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa hingga sektor swasta.

Kepala Desa Kuala Lapang, Yeyen Meiasim, membagikan pengalaman pribadinya yang menarik perhatian peserta. Ia mengaku pernah gagal dalam pemilihan kepala desa. Namun, setelah aktif mendampingi gerakan TBM dan dikenal masyarakat melalui aktivitas literasi, ia kembali maju dalam pemilihan berikutnya dan berhasil terpilih menjadi kepala desa. Menurut Yeyen, keterlibatannya di dunia literasi menjadi modal sosial yang kuat di mata masyarakat.

Yeyen juga menceritakan keberhasilannya mengajak warga mendukung pengalokasian dana desa untuk gerakan literasi. Baginya, masyarakat akan mendukung apabila TBM mampu menunjukkan dampak nyata terhadap perubahan karakter dan kemampuan anak-anak desa. Kini, pembentukan TBM di setiap RW di Kuala Lapang didukung langsung melalui anggaran desa. Ia pun mendorong para pegiat literasi agar aktif mengawal isu literasi melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Semangat pengabdian juga tampak dalam cerita Zsa Zsa Suhartiningtyas dari TBM Lasan Baca. Ia mengawali gerakan literasinya dari kegelisahan sederhana saat menemukan seorang siswa kelas 4 SD yang belum mampu membaca. Dari pengalaman itu, Zsa Zsa memilih terjun penuh mendampingi anak-anak melalui TBM. Ia menegaskan bahwa kerja literasi harus dijalankan dengan kesungguhan, baik ada maupun tidak ada dukungan anggaran.

Sementara itu, Belvi selaku Ketua IKBM Malinau membagikan tantangan mengelola gerakan literasi di wilayah yang mencakup 15 kecamatan. Untuk menjaga komunikasi dan keberlanjutan program, ia mengoptimalkan grup WhatsApp serta media sosial seperti Instagram sebagai sarana dokumentasi dan publikasi kegiatan. Meski awalnya banyak pengelola TBM mengalami kendala dalam penggunaan teknologi digital, perlahan dokumentasi gerakan literasi di Malinau mulai tertata dan dikenal lebih luas.

Peduli Perempuan Tangguh, YBM PLN UP2B Sistem Minahasa Salurkan Bantuan Sosial dan Pembinaan

Dari perspektif perkotaan, Yudy Hartanto selaku pengelola Rumah Baca Zhaffa menceritakan perjalanan panjang rumah baca yang kini telah bertahan selama 18 tahun. Ia mengenang masa-masa awal ketika media sosial belum berkembang seperti sekarang. Saat itu, Yudy harus menempel pamflet di jalanan dan menitipkannya kepada loper koran demi mencari donasi buku untuk rumah baca.

Konsistensi yang dijaga selama bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil. Rumah Baca Zhaffa kini memiliki jejaring luas dengan kampus, perusahaan swasta, instansi pemerintah, dan media massa. Program yang dijalankan pun berkembang, mulai dari bimbingan belajar gratis hingga penguatan enam literasi dasar bagi masyarakat di kawasan Manggarai.

Diskusi berlangsung interaktif dan diperkaya refleksi dari berbagai peserta, termasuk Agus Prayitno selaku Provincial Manager INOVASI Kalimantan Utara. Dalam forum tersebut, kolaborasi dipahami bukan hanya soal dukungan fasilitas, tetapi juga tentang menyatukan visi antara komunitas, pemerintah, dan masyarakat sipil dalam membangun budaya literasi.

Menjelang malam, Ketua Forum TBM DKI Jakarta, Virgina, menutup rangkaian acara dengan penuh rasa syukur. Sesi kemudian dilanjutkan dengan foto bersama dan ramah tamah yang mempererat hubungan antarpegiat literasi dari Jakarta dan Malinau.

Pertemuan di Rumah Baca Zhaffa mungkin telah usai, tetapi semangat dan gagasan yang lahir dari forum tersebut baru saja dimulai. Dari Jakarta Selatan untuk Indonesia, para pegiat literasi membuktikan bahwa nyala gerakan membaca akan terus hidup melalui kolaborasi, dialog, dan komitmen yang dirawat bersama.

Bandara Sultan Hasanuddin Bertransformasi, Forum Penta Helix Riset Resmi Dibuka

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *