Radar Waktu, Deli Serdang – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) terus memperluas kontribusinya kepada masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini, tim pengabdian FIB USU menggelar program “Pengenalan Bahasa Arab Peribadatan bagi Anak-Anak Masyarakat Perumahan Pondok Mansion Desa Ujung Labuhan Kecamatan Namorambe Kabupaten Deli Serdang” di Masjid Al-Muhajirin, Perumahan Pondok Mansion, Desa Ujung Labuhan, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang. Kegiatan yang melibatkan 35 anak tersebut bertujuan mengenalkan bahasa Arab yang digunakan dalam praktik ibadah sehari-hari sekaligus memperkuat pembelajaran keagamaan sejak usia dini.
Program ini dilaksanakan secara berkala pada tanggal 6, 13, 20, dan 27 September 2026 dengan melibatkan anak-anak yang mayoritas duduk di bangku sekolah dasar atau madrasah ibtidaiyah. Melalui kegiatan tersebut, pembelajaran bahasa Arab diperkenalkan secara praktis dan kontekstual, sehingga anak-anak tidak hanya mengenal huruf dan bunyi bahasa Arab, tetapi juga memahami penggunaannya dalam berbagai aktivitas ibadah. Masjid dipilih sebagai tempat pelaksanaan karena menjadi ruang penting bagi pembelajaran keagamaan, pembiasaan ibadah, serta pembentukan keterlibatan anak-anak dalam kehidupan masyarakat.
Rangkaian kegiatan disusun secara bertahap agar materi mudah dipahami dan dapat langsung dipraktikkan oleh peserta. Pada pertemuan awal, anak-anak diperkenalkan dengan huruf hijaiyah dan dilatih melafalkan bunyi setiap huruf secara tepat. Latihan ini menjadi dasar penting karena ketepatan pelafalan merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan ketika membaca bacaan berbahasa Arab dalam ibadah. Proses pembelajaran dilakukan melalui contoh langsung, peniruan, dan pengulangan terbimbing agar peserta memperoleh kesempatan untuk berlatih secara aktif.

Tim dosen FIB USU mendampingi anak-anak mempraktikkan gerakan dan bacaan salat berbahasa Arab secara langsung.
Setelah mendapatkan pengenalan dasar, peserta diarahkan untuk mempelajari bahasa Arab yang digunakan dalam pelaksanaan ibadah, khususnya azan, ikamah, dan bacaan salat. Materi kemudian dilanjutkan dengan praktik azan dan ikamah, simulasi salat berjemaah, serta latihan membaca doa sehari-hari dan surah-surah pendek. Melalui pendekatan demonstrasi dan praktik langsung, anak-anak tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga memperoleh pengalaman untuk melafalkan dan mempraktikkan materi yang telah dipelajari. Pendekatan ini diharapkan membantu peserta membangun kebiasaan belajar yang lebih aktif sekaligus meningkatkan kepercayaan diri ketika mengikuti kegiatan keagamaan.
Ketua tim pengabdian, Muhammad Nashi Huddin Ubaidillah, S.Pd., M.A., menjelaskan bahwa program tersebut dirancang tidak semata-mata untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Arab dalam konteks ibadah. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong anak-anak agar semakin berani mengambil bagian dalam kegiatan keagamaan di lingkungan masjid. “Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan melafalkan bahasa Arab peribadatan, tetapi juga melatih keberanian, kepercayaan diri, dan keterlibatan anak-anak dalam kegiatan keagamaan di masjid,” ujarnya.
Menurutnya, pembelajaran yang disesuaikan dengan usia peserta perlu memberikan ruang bagi anak-anak untuk mencoba, mengulang, dan mempraktikkan materi secara langsung. Dengan demikian, proses belajar tidak hanya berpusat pada penyampaian materi, tetapi juga memberi kesempatan kepada peserta untuk membangun keterampilan melalui pengalaman. Pendampingan dan evaluasi menjadi bagian dari rangkaian kegiatan untuk memantau perkembangan peserta serta mengidentifikasi aspek pembelajaran yang masih perlu diperkuat.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian FIB USU yang diketuai Muhammad Nashi Huddin Ubaidillah, S.Pd., M.A., bersama Prof. Dr. Ikhwanuddin Nasution, M.Si., Dr. Windi Chaldun, Lc., M.Hum., Dr. Zulfan, S.S., M.Hum., dan Septa, S.Hum., M.Hum. Dalam pelaksanaannya, tim bekerja sama dengan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al-Muhajirin sebagai mitra masyarakat. Kerja sama tersebut mendukung koordinasi kegiatan dan keterlibatan peserta, sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan setempat.
Kolaborasi ini juga mencerminkan pentingnya peran mitra lokal dalam mendukung keberlangsungan program pengabdian. Keterlibatan pengurus masjid membantu menghubungkan tim pelaksana dengan masyarakat serta mendukung pelaksanaan kegiatan di lingkungan masjid. Di sisi lain, kehadiran tim akademisi memberikan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan kompetensi perguruan tinggi dalam bentuk pembelajaran yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, tim menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait koordinasi dengan pengurus BKM dan adanya renovasi atau pembangunan masjid yang berdampak pada penjadwalan kegiatan. Kondisi tersebut menuntut penyesuaian jadwal dan komunikasi antarpihak agar rangkaian program tetap dapat berjalan. Pengalaman ini sekaligus menunjukkan bahwa pelaksanaan pengabdian berbasis masyarakat memerlukan fleksibilitas serta kerja sama yang baik antara tim perguruan tinggi dan mitra di lapangan.
Selain memberikan manfaat bagi peserta, program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDGs 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. Melalui pengenalan bahasa Arab peribadatan, anak-anak memperoleh kesempatan untuk mengikuti pembelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Sementara itu, kemitraan antara FIB USU dan BKM Masjid Al-Muhajirin menjadi wujud kerja sama antara institusi pendidikan tinggi dan masyarakat dalam mendukung kegiatan pendidikan berbasis komunitas.
Program ini sekaligus mendukung komitmen FIB USU terhadap semangat Kampus Berdampak, yakni mendorong agar pengetahuan dan kompetensi akademik dapat memberikan manfaat nyata di luar lingkungan kampus. Dalam konteks kegiatan ini, ilmu bahasa Arab diterapkan melalui pendampingan yang dekat dengan kebutuhan anak-anak dan lingkungan masjid. Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran bahasa dapat dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari, termasuk dalam mendukung keterampilan membaca bacaan ibadah dan meningkatkan partisipasi dalam kegiatan keagamaan.
Tim pengabdian menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara atas dukungan terhadap pelaksanaan program ini. Kegiatan tersebut didanai melalui skema NON PNBP FIB USU Tahun 2026. Dukungan kelembagaan tersebut diharapkan dapat mendorong pelaksanaan kegiatan pengabdian yang berkelanjutan dan memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Melalui program pengenalan bahasa Arab peribadatan ini, FIB USU berharap anak-anak di Perumahan Pondok Mansion semakin terbiasa mempelajari dan mempraktikkan bacaan berbahasa Arab dalam ibadah sehari-hari. Sinergi antara perguruan tinggi, pengurus masjid, dan masyarakat juga diharapkan terus terpelihara agar masjid dapat berkembang sebagai ruang pembelajaran yang mendukung pengetahuan, keterampilan, dan keterlibatan generasi muda dalam kehidupan keagamaan.


Komentar