Desa Kwasen – Dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi desa dan mengoptimalkan potensi sektor agraris, tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) sukses menyelenggarakan serangkaian kegiatan program multidisiplin berkesinambungan. Mengusung tema besar “Strategi Penguatan Tata Kelola Usaha dan Pengembangan Sektor Pertanian di Desa Kwasen”, kegiatan yang berpusat di Balai Desa Kwasen ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh jajaran perangkat desa, pengurus kelompok tani, serta warga lokal yang bergerak di bidang pertanian.
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk intervensi akademis dalam menjawab berbagai tantangan nyata yang selama ini dihadapi oleh para petani lokal di Desa Kwasen. Berdasarkan hasil pemetaan masalah dan observasi mendalam di lapangan, sektor pertanian Desa Kwasen masih dibayangi oleh ketidakefektifan sistem penjualan hasil panen, ketidakjelasan batas penetapan harga jual, serta minimnya pemahaman mengenai manajemen pascapanen yang profesional. Selain itu, lemahnya aspek legalitas kerja sama usaha dan kurangnya pemanfaatan media digital menjadi faktor utama penghambat bagi produk-produk pertanian lokal untuk menembus rantai pasok pasar yang lebih luas dan kompetitif.
Padahal, Desa Kwasen memiliki fondasi geografis dan sumber daya alam yang sangat potensial sebagai sentra pertanian unggulan daerah. Untuk mengurai kompleksitas permasalahan tersebut, tim mahasiswa KKN menghadirkan pendekatan terpadu lintas disiplin keilmuan yang memadukan aspek akuntansi, hukum, administrasi bisnis, administrasi publik, hingga peternakan melalui metode sosialisasi interaktif dan pendampingan langsung.
Program multidisiplin ini diinisiasi dan dieksekusi secara kolaboratif oleh lima mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu yang membawakan fokus materi kontekstual sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing. Reyhan Rezanov dari program studi Akuntansi Perpajakan Fakultas Sekolah Vokasi menyampaikan materi mendalam mengenai pentingnya perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) pada kelompok tani padi sebagai fondasi utama penetapan harga jual yang transparan dan berkelanjutan, sekaligus menyerahkan luaran berupa Template HPP (Excel). Kemudian, Adelia Chindy Fika Hartati dari program studi Hukum Fakultas Hukum memberikan edukasi dan pelatihan penyusunan kontrak kerja guna memberikan perlindungan hukum serta kepastian hak dan kewajiban antara pemilik usaha pertanian dengan para pekerja yang dilengkapi dengan Template Kontrak Kerja dan Leaflet edukasi hukum.
Dari ranah pemasaran, Syafa Jannatin Aliya dari program studi Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik memaparkan strategi promosi hasil pertanian melalui optimalisasi WhatsApp Business yang disertai pembagian Leaflet seputar WhatsApp Business, sedangkan Naida Azmi Suksma Yunita dari program studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik mengedukasi warga mengenai pemanfaatan platform Facebook untuk pemetaan potensi pasar modern dan penjajakan mitra penjualan yang dituangkan dalam Poster Pemetaan Potensi Pasar dan Mitra. Melengkapi rangkaian tersebut, Haidar Ismail Eka Priyanto dari program studi Peternakan Fakultas Peternakan dan Pertanian membawakan materi sosialisasi pengolahan limbah hasil pertanian agar bernilai tambah serta pencatatan kas sederhana via spreadsheet dengan luaran berupa Poster Alur Penanganan Limbah.
Sesi penyampaian materi berlangsung secara interaktif dan komunikatif, di mana para peserta diberikan kesempatan untuk berkonsultasi mengenai kendala usaha tani yang selama ini mereka hadapi. Dalam diskusi tersebut, terungkap bahwa ketiadaan perencana pencatatan biaya operasional dan kurangnya pemahaman hukum sering kali merugikan petani saat musim panen tiba. Tidak hanya itu, ketidaktahuan akan pengolahan limbah juga kerap menimbulkan permasalahan lingkungan di sekitar pemukiman warga. Perwakilan tim KKN menyampaikan bahwa kunci utama keberhasilan pembangunan desa terletak pada integrasi antara pengelolaan finansial yang terukur, perlindungan hukum yang kuat, serta keberanian untuk beradaptasi dengan teknologi digital. Melalui penyerahan seperangkat luaran berupa template kerja, poster edukatif, dan leaflet panduan, masyarakat Desa Kwasen kini memiliki pedoman praktis yang dapat diterapkan secara mandiri dalam jangka panjang untuk menyokong keberlanjutan sektor pertanian desa.
Kehadiran program multidisiplin ini diharapkan mampu memicu perubahan pola pikir para pelaku usaha tani lokal. Melalui integrasi berbagai disiplin ilmu ini, para petani dan pelaku usaha pertanian di Desa Kwasen diharapkan mampu menggeser pola kerja tradisional menuju tata kelola usaha yang modern, terlindungi secara hukum, berdaya saing digital di pasar luas, serta berkelanjutan demi mewujudkan kemandirian ekonomi desa yang tangguh.


Komentar