IMG-20260803-WA0117
Beranda » Blog » SAPI SEHAT Lanjut Tingkatkan Kesehatan Ternak di Barru

SAPI SEHAT Lanjut Tingkatkan Kesehatan Ternak di Barru

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin kembali melanjutkan program kerja bertajuk “SAPI SEHAT: Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Pemberian Vitamin sebagai Upaya Meningkatkan Kesehatan serta Mencegah PMK pada Ternak Sapi di Desa Jangan-Jangan, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru” pada Minggu (2/8/2026).

Kegiatan hari kedua dilaksanakan di Dusun Mare-Mare, Desa Jangan-Jangan, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, sebagai lanjutan dari pelaksanaan vaksinasi yang telah dilakukan sehari sebelumnya di Dusun Bontorea dan Dusun Ere.

Program SAPI SEHAT merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui pelayanan kesehatan hewan yang bertujuan mendukung upaya pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sekaligus meningkatkan kesehatan ternak sapi. Kegiatan ini diprakarsai oleh mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin dengan Diva Anggerita sebagai penanggung jawab kegiatan.

Pada hari kedua, tim kembali mendatangi peternakan milik warga di Dusun Mare-Mare untuk memberikan vaksin PMK dan vitamin B complex kepada ternak sapi. Sebelum vaksin diberikan, setiap ternak diperiksa terlebih dahulu untuk memastikan kondisi kesehatannya. Pemeriksaan awal dilakukan agar vaksinasi dapat berlangsung secara aman serta memberikan hasil yang optimal bagi kesehatan ternak.

Setelah proses pemeriksaan selesai, sapi diberikan vaksin PMK sesuai dengan prosedur kesehatan hewan, kemudian dilanjutkan dengan pemberian vitamin B complex. Pemberian vitamin dilakukan sebagai upaya membantu menjaga daya tahan tubuh ternak, mendukung proses pemulihan kondisi fisik, serta meningkatkan produktivitas ternak sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih baik bagi para peternak.

Mahasiswa UMUS Bantu UMKM Desa Mulyasari Masuk Google Maps, Biar Makin Laris dan Mudah Dicari

Selain melakukan tindakan kesehatan hewan, mahasiswa juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi langsung dengan masyarakat. Edukasi yang diberikan meliputi pentingnya vaksinasi sebagai langkah pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku, penerapan kebersihan kandang, penyediaan pakan yang berkualitas, serta pentingnya melakukan pengamatan rutin terhadap kondisi kesehatan ternak. Peternak juga diimbau agar segera berkoordinasi dengan petugas kesehatan hewan apabila menemukan sapi yang menunjukkan gejala penyakit sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Penanggung jawab kegiatan, Diva Anggerita, mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin, menyampaikan bahwa keberhasilan pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku tidak hanya bergantung pada pelaksanaan vaksinasi, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan ternaknya.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong kesadaran peternak bahwa menjaga kesehatan ternak merupakan investasi jangka panjang. Vaksinasi PMK dan pemberian vitamin menjadi salah satu langkah preventif yang penting untuk melindungi ternak dari ancaman penyakit sekaligus meningkatkan produktivitasnya. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Desa Jangan-Jangan,” ujar Diva Anggerita.

Pelaksanaan kegiatan di Dusun Mare-Mare mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para peternak menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan menghadirkan ternak mereka untuk mendapatkan vaksinasi dan vitamin. Mereka juga aktif mengajukan pertanyaan mengenai cara menjaga kesehatan sapi, mengenali gejala penyakit, hingga langkah-langkah yang harus dilakukan apabila ditemukan ternak yang mengalami gangguan kesehatan.

Antusiasme masyarakat tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran peternak terhadap pentingnya upaya pencegahan penyakit pada ternak. Melalui komunikasi langsung antara mahasiswa, petugas kesehatan hewan, dan masyarakat, informasi mengenai pemeliharaan ternak yang baik dapat tersampaikan dengan lebih efektif sehingga diharapkan mampu diterapkan dalam kegiatan peternakan sehari-hari.

Menanti Revitalisasi Makam Pahlawan Nyi Mas Gamparan: KKM 53 UNIBA Dorong Potensi Wisata Religi Desa Tanjungsari yang Tertahan Sejak 2025

Program SAPI SEHAT tidak hanya berorientasi pada pemberian vaksin dan vitamin, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk menerapkan manajemen kesehatan hewan yang lebih baik. Dengan meningkatnya pengetahuan peternak mengenai pentingnya vaksinasi, kebersihan kandang, pemberian pakan yang sesuai, dan pemantauan kesehatan ternak secara berkala, diharapkan risiko penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku dapat terus ditekan.

Melalui pelaksanaan kegiatan pada hari kedua ini, rangkaian program vaksinasi PMK dan pemberian vitamin B complex di Desa Jangan-Jangan berhasil dilaksanakan dengan baik. Sinergi antara mahasiswa Universitas Hasanuddin, petugas kesehatan hewan, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan kegiatan tersebut.

Mahasiswa Universitas Hasanuddin berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Jangan-Jangan. Dengan semakin meningkatnya kesadaran peternak terhadap pentingnya kesehatan hewan, diharapkan produktivitas ternak sapi dapat terus terjaga serta mendukung penguatan sektor peternakan di Kabupaten Barru.

Program SAPI SEHAT juga diharapkan menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan melalui pengabdian kepada masyarakat sekaligus mempererat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan peternak.

Kelola Sampah Dimulai dari Kesadaran Warga KKM Tematik Reguler 19 Untirta Gandeng DLH Kabupaten Serang Dorong Pembentukan Bank Sampah di Desa Lamaran

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *