WhatsApp Image 2026-07-19 at 10.37.51
Beranda » Blog » Kelola Sampah Dimulai dari Kesadaran Warga KKM Tematik Reguler 19 Untirta Gandeng DLH Kabupaten Serang Dorong Pembentukan Bank Sampah di Desa Lamaran

Kelola Sampah Dimulai dari Kesadaran Warga KKM Tematik Reguler 19 Untirta Gandeng DLH Kabupaten Serang Dorong Pembentukan Bank Sampah di Desa Lamaran

SERANG – Persoalan sampah masih menjadi tantangan di berbagai wilayah, termasuk Desa Lamaran, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang. Berangkat dari kondisi tersebut, Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik Reguler 19 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar program kerja Siaga Sampah (Sinergi Aksi Warga Kelola Sampah) sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kegiatan bertema “Meningkatkan Kesadaran Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah untuk Mewujudkan Lingkungan yang Bersih dan Sehat” ini dilaksanakan pada Kamis, 16 Juli 2026 di Balai Desa Lamaran. Program ini berlangsung melalui kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang serta mendapat dukungan Pemerintah Desa Lamaran. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Lamaran, perangkat desa, ketua RT/RW, kader PKK, dan masyarakat setempat.

Sebelum kegiatan berlangsung, mahasiswa KKM bersama pemerintah desa mengimbau masyarakat membawa sampah anorganik dari rumah untuk ditukarkan dengan sembako sesuai berat sampah yang dikumpulkan. Sebanyak sembilan warga mengikuti program tersebut. Inisiatif ini menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah sekaligus menunjukkan bahwa sampah anorganik masih memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi PHBS yang disampaikan oleh Danish Arfi Suhendar, mahasiswa Administrasi Publik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Materi difokuskan pada lima indikator yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat Desa Lamaran, yaitu mencuci tangan menggunakan air bersih dan sabun, memberantas jentik nyamuk setiap minggu, mengonsumsi buah dan sayur setiap hari, melakukan aktivitas fisik secara rutin, serta tidak merokok di dalam rumah.

“Pengelolaan sampah tidak hanya berbicara tentang tempat pembuangan, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat. Ketika kesadaran untuk menjaga kebersihan tumbuh, persoalan sampah akan lebih mudah diselesaikan secara bersama,” ujar Danish.

Gandeng UPM Malaysia, Sinergi Akademik dan Aksi Sosial Mahasiswa UNAIR Dukung Capaian SDGs di Kancah Internasional

Materi selanjutnya disampaikan oleh Tajri Mathiyah Rahmawati, S.T., staf administrasi DLH Kabupaten Serang, mengenai pengelolaan sampah rumah tangga, pemilahan sampah organik dan anorganik, serta mekanisme Bank Sampah. Peserta juga mengikuti demonstrasi pengolahan sampah organik menjadi pupuk menggunakan larutan EM4 dengan waktu fermentasi sekitar 20 hingga 30 hari.

“Pemilahan sampah dari rumah menjadi langkah penting untuk mengurangi timbulan sampah. Sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi pupuk, sedangkan sampah anorganik dapat memiliki nilai ekonomi melalui Bank Sampah,” jelas Tajri.

Antusiasme masyarakat terlihat pada sesi diskusi. Warga mengajukan pertanyaan mengenai solusi penanganan sampah dan cara mengatasi jentik nyamuk di kawasan rawa yang tetap mempertahankan ekosistem setempat. Menanggapi hal tersebut, Danish menekankan bahwa upaya pengendalian jentik nyamuk dilakukan melalui identifikasi dan pemantauan lokasi perkembangbiakan jentik, edukasi masyarakat, serta penerapan pengendalian biologis melalui penambahan ikan pemakan jentik pada area rawa yang sesuai. Kegiatan ini dilakukan secara berkala dengan melibatkan koordinasi bersama pihak terkait untuk memastikan metode yang diterapkan efektif, tepat sasaran, dan tetap aman bagi keseimbangan ekosistem.

Di sisi lain Danish juga menekankan penyelesaian persoalan sampah perlu dimulai dari perubahan perilaku masyarakat dan peningkatan kesadaran untuk mengelola sampah secara bertanggung jawab, bukan hanya mengandalkan teknologi sebagai solusi utama. Salah satu upaya yang diusulkan adalah pembangunan tempat penampungan sampah terpusat yang dapat mempermudah proses pengumpulan dan pengangkutan sampah oleh DLH. Dengan adanya sistem pengelolaan yang lebih terorganisasi, diharapkan pengangkutan sampah dapat berjalan lebih efektif sekaligus mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Sementara itu, pihak DLH menjelaskan peluang kerja sama dengan Pemerintah Desa Lamaran melalui layanan penjemputan sampah dan pembentukan Bank Sampah.

Kepala Desa Lamaran, Bakri, mengapresiasi kolaborasi antara mahasiswa KKM Tematik Reguler 19 Untirta dan DLH Kabupaten Serang. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan wawasan baru sekaligus menjadi langkah awal dalam membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.

Ayah Bermain, Anak Bertumbuh, Ibu Belajar Fasilitasi Keluarga Bahagia

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi mampu melahirkan kebiasaan baru dalam mengelola sampah sehingga Desa Lamaran menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan ditutup dengan penyerahan simbolis tempat sampah berkapasitas 100 liter kepada Pemerintah Desa Lamaran. Ke depannya, Kelompok KKM Tematik Reguler 19 Untirta bersama DLH Kabupaten Serang akan melanjutkan koordinasi untuk mendorong pembentukan tim Bank Sampah dan memperkuat sistem pengelolaan sampah dengan elemen masyarakat sebagai upaya mewujudkan lingkungan Desa Lamaran yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *