Radar Waktu, Bandung — Program Studi Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (Adbis Unpad), berkolaborasi dengan Universiti Malaysia Terengganu (UMT) dalam penyelenggaraan Program Pengabdian pada Masyarakat (PPM) Internasional bertema “Implementasi Digital Marketing dan Teknologi AI untuk Meningkatkan Branding Desa Wisata Panundaan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung” yang berlangsung pada 9–14 April 2026.
Kegiatan ini melibatkan lima dosen dari Adbis Unpad, yaitu Rivani, DBA., Dr. Pratami, Dr. Tetty, Marsha, MAB., dan Arbi, MAB., bersama lima mahasiswa. Dari pihak UMT, program ini diikuti oleh tiga dosen, yakni Prof. Nur Azura, Dr. Roseliza, dan Dr. Roshanim, bersama lima mahasiswa. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kerja sama internasional dalam bidang pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan riset.
Dalam pelaksanaan PPM Internasional tersebut, tim dosen dan mahasiswa dari kedua universitas terlibat langsung dalam berbagai aktivitas pemberdayaan masyarakat di Desa Wisata Panundaan. Fokus utama kegiatan adalah memperkuat kapasitas branding desa wisata melalui pemanfaatan strategi digital marketing serta penggunaan teknologi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) yang relevan dengan kebutuhan promosi di era digital.
Ketua program, Rivani, DBA., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran kolaboratif lintas negara yang memberikan manfaat bagi akademisi, mahasiswa, dan masyarakat mitra.
“Program ini bertujuan untuk menghadirkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan desa wisata agar lebih adaptif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan pasar. Kami ingin membantu masyarakat memahami bagaimana digital marketing dan AI dapat dimanfaatkan untuk memperkuat branding dan memperluas jangkauan promosi Desa Wisata Panundaan,” ujar Rivani.
Ia menambahkan, program ini juga menjadi sarana penting untuk mempertemukan perspektif akademik dari Indonesia dan Malaysia dalam merancang solusi yang aplikatif bagi masyarakat. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan internasional semacam ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar sekaligus menumbuhkan kepekaan sosial, kemampuan kolaboratif, dan wawasan global.
Selain kegiatan pengabdian kepada masyarakat, rangkaian program kolaborasi Unpad–UMT juga diisi dengan aktivitas akademik. Salah satunya adalah pembelajaran kuliah Money and Banking bersama Prof. Nur Azura, yang memberikan wawasan internasional kepada mahasiswa terkait dinamika sektor keuangan dan perbankan. Kegiatan akademik lainnya adalah kuliah Strategic Management bersama Dr. Tetty yang membahas pentingnya strategi dalam menghadapi tantangan organisasi dan lingkungan bisnis yang terus berubah.
Tidak hanya itu, kedua institusi juga memanfaatkan momentum pertemuan ini untuk melakukan diskusi mengenai potensi kolaborasi riset internasional antara Adbis Unpad dan UMT. Diskusi tersebut mencakup peluang pengembangan riset bersama, publikasi internasional, pertukaran akademik, serta inisiatif kolaboratif lain yang dapat memperkuat jejaring global kedua perguruan tinggi.
Rivani menyampaikan harapannya agar program ini tidak berhenti pada satu kegiatan saja, melainkan dapat menjadi fondasi bagi kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan di masa mendatang.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan dampak langsung bagi masyarakat Desa Panundaan, khususnya dalam peningkatan kemampuan promosi dan branding desa wisata. Di sisi lain, kami juga berharap kolaborasi ini menjadi awal dari hubungan akademik yang semakin kuat antara Adbis Unpad dan UMT, baik dalam bidang pendidikan, pengabdian, maupun penelitian,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya program internasional ini. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak terlepas dari dukungan program Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition Program – World Class University (EQUITY-WCU).
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Universitas Padjadjaran, Kemdiktisaintek, dan LPDP atas dukungan melalui program EQUITY-WCU sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Dukungan ini sangat berarti dalam mendorong internasionalisasi perguruan tinggi sekaligus menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujar Rivani.
Melalui sinergi antara pengabdian, pembelajaran, dan penguatan jejaring riset internasional, kolaborasi antara Adbis Unpad dan UMT diharapkan mampu menjadi model kerja sama perguruan tinggi yang tidak hanya berdampak pada penguatan reputasi institusi, tetapi juga memberi kontribusi langsung bagi pengembangan masyarakat dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi di tingkat global.


Komentar