istockphoto-2244595032-612x612
Beranda » Blog » Pengaruh Literasi Keuangan, Paparan Informasi Media Sosial, dan Penggunaan Aplikasi Investasi Digital terhadap Keputusan Investasi Individu

Pengaruh Literasi Keuangan, Paparan Informasi Media Sosial, dan Penggunaan Aplikasi Investasi Digital terhadap Keputusan Investasi Individu

Radar Waktu, Opini – Keputusan investasi individu merupakan proses pemilihan yang dilakukan seseorang untuk menempatkan sejumlah dana pada suatu aset, seperti saham, reksa dana, obligasi, emas, atau instrumen lainnya, dengan harapan memperoleh keuntungan di masa depan. Keputusan tersebut mencakup penentuan jenis instrumen, besarnya dana, jangka waktu, serta tingkat risiko yang bersedia ditanggung.

Dalam kajian manajemen keuangan, keputusan investasi merupakan salah satu fungsi utama yang menentukan bagaimana sumber daya keuangan dialokasikan agar menghasilkan nilai tambah, baik pada tingkat perusahaan maupun individu.

Dalam perspektif behavioral finance, keputusan investasi tidak selalu dibuat secara sepenuhnya rasional. Selain pertimbangan risiko dan imbal hasil, individu juga dipengaruhi oleh pengetahuan yang dimiliki, persepsi terhadap risiko, emosi, serta informasi dan perilaku orang lain di sekitarnya. Oleh karena itu, kualitas keputusan investasi sangat bergantung pada kemampuan individu dalam memahami kondisi keuangan dan menyaring informasi yang diterima.

Di era transformasi digital, pengambilan keputusan investasi semakin dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Informasi investasi kini mudah diperoleh melalui media sosial, sementara transaksi dapat dilakukan kapan saja melalui aplikasi investasi digital yang merupakan bagian dari layanan teknologi finansial (financial technology/fintech).

Perubahan tersebut membuka akses investasi bagi lebih banyak orang, terutama generasi muda. Namun, kemudahan tersebut juga membawa risiko berupa paparan informasi yang menyesatkan dan pengambilan keputusan secara impulsif.

Pajak di Balik Aktivitas Online: Dari Belanja sampai Konten Digital

Oleh karena itu, terdapat dua kelompok faktor yang dapat memengaruhi keputusan investasi individu, yaitu faktor internal dan faktor eksternal, sebagaimana diuraikan berikut.

1. Literasi Keuangan sebagai Faktor Internal

Literasi keuangan merupakan tingkat pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan seseorang dalam memahami serta mengelola keuangan secara efektif, termasuk dalam menentukan pilihan investasi.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendefinisikan literasi keuangan sebagai rangkaian proses atau aktivitas untuk meningkatkan pengetahuan, keyakinan, dan keterampilan masyarakat agar mampu mengelola keuangan dengan lebih baik. Dengan kata lain, literasi keuangan tidak hanya berarti mengetahui istilah-istilah keuangan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pengambilan keputusan sehari-hari.

Literasi keuangan umumnya dipahami melalui beberapa aspek, yaitu pengetahuan keuangan dasar, seperti bunga, inflasi, dan nilai waktu uang; pengelolaan tabungan dan pinjaman; pemahaman terhadap asuransi; serta pemahaman terhadap produk investasi beserta risikonya.

Individu yang menguasai aspek-aspek tersebut cenderung lebih mampu membandingkan berbagai alternatif investasi, memahami hubungan antara risiko dan imbal hasil, menerapkan diversifikasi, serta menetapkan tujuan keuangan jangka panjang.

Fenomena Pernikahan Artis Mewah: Inspirasi atau Tekanan Sosial bagi Generasi Muda?

Pengaruh literasi keuangan terhadap keputusan investasi dapat bersifat langsung. Semakin tinggi literasi keuangan seseorang, semakin tepat dan terukur keputusan investasi yang diambil. Individu dengan literasi keuangan yang baik juga cenderung lebih mampu menghindari investasi yang tidak jelas legalitasnya atau menawarkan keuntungan yang tidak wajar.

Sebaliknya, rendahnya literasi keuangan dapat membuat individu lebih mudah mengikuti ajakan orang lain, kurang mampu menilai risiko, dan lebih rentan mengalami kerugian.

Literasi keuangan juga dapat meningkatkan kepercayaan diri seseorang dalam berinvestasi. Dengan pemahaman yang memadai, individu dapat lebih berani berpartisipasi di pasar keuangan secara bertanggung jawab dengan mempertimbangkan tujuan, risiko, dan kemampuan finansialnya.

2. Paparan Informasi Media Sosial dan Penggunaan Aplikasi Investasi Digital sebagai Faktor Eksternal

Paparan Informasi Media Sosial

Paparan informasi media sosial merupakan tingkat keterpaparan individu terhadap berbagai konten, opini, dan rekomendasi mengenai investasi yang beredar melalui platform seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan X (Twitter), termasuk informasi yang disampaikan oleh finfluencer.

Informasi tersebut dapat memberikan wawasan, mengenalkan produk investasi baru, dan menumbuhkan minat berinvestasi, terutama bagi investor pemula.

Beban Ganda Generasi Sandwich: Fenomena Penundaan Pernikahan dalam Kajian Sosiologi Hukum

Namun, kecepatan penyebaran informasi di media sosial tidak selalu diikuti dengan tingkat akurasi yang memadai. Konten yang diterima tanpa proses verifikasi dapat memicu berbagai bias perilaku, seperti herding atau perilaku ikut-ikutan, fear of missing out (FOMO), serta kepercayaan berlebihan terhadap tokoh atau figur tertentu.

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan keputusan investasi menjadi kurang rasional karena individu mengambil keputusan berdasarkan popularitas informasi, tren, atau rekomendasi pihak lain tanpa melakukan analisis yang memadai.

Penggunaan Aplikasi Investasi Digital

Penggunaan aplikasi investasi digital merupakan pemanfaatan platform fintech untuk memperoleh informasi, memantau pergerakan pasar, serta melakukan transaksi investasi secara daring.

Aplikasi investasi digital dapat menurunkan berbagai hambatan dalam berinvestasi melalui modal awal yang relatif terjangkau, proses pembukaan rekening yang lebih cepat, serta fitur yang dirancang agar mudah digunakan.

Kemudahan tersebut mendorong semakin banyak investor ritel untuk berpartisipasi di pasar keuangan dan mempercepat proses dari minat menjadi keputusan investasi nyata.

Di sisi lain, kemudahan dalam melakukan transaksi juga dapat mendorong perilaku impulsif dan transaksi berlebihan apabila tidak diimbangi dengan pemahaman keuangan yang memadai. Investor dapat melakukan pembelian atau penjualan aset secara cepat hanya berdasarkan tren, perubahan harga jangka pendek, atau informasi yang sedang ramai diperbincangkan.

Kedua faktor eksternal tersebut saling berkaitan. Media sosial sering menjadi pintu masuk informasi yang membuat seseorang tertarik untuk berinvestasi, sedangkan aplikasi investasi digital menjadi sarana untuk mengubah ketertarikan tersebut menjadi keputusan investasi nyata.

Dampaknya terhadap keputusan investasi sangat bergantung pada tingkat literasi keuangan individu. Pengguna yang memiliki literasi keuangan baik cenderung memanfaatkan informasi media sosial dan aplikasi investasi digital sebagai alat bantu untuk memperoleh informasi dan melakukan analisis. Sebaliknya, pengguna dengan literasi keuangan yang rendah lebih mudah terbawa arus informasi, tren, maupun rekomendasi yang belum tentu sesuai dengan kondisi dan tujuan keuangannya.

Dengan demikian, literasi keuangan, paparan informasi media sosial, dan penggunaan aplikasi investasi digital secara bersama-sama dapat membentuk keputusan investasi individu di era digital. Literasi keuangan berperan sebagai kemampuan internal dalam memahami dan mengevaluasi informasi, sedangkan media sosial dan aplikasi investasi digital menjadi bagian dari lingkungan eksternal yang memengaruhi bagaimana informasi diterima dan bagaimana keputusan investasi diwujudkan.

Penulis : Afifah Indah Zulfatin, Universitas Pancasakti Tegal.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *